Warga Suka Rela Serahkan Senjata, Komsos Dialogis Prajurit Kodam VI/Mlw Sukses

Sejumlah Senjata Rakitan warga yang diserahkan secara suka rela kepada Prajurit TNI dari Kodam VI/Mlw di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. (foto : Pendam VI/Mlw)

DETAKKaltim.Com, TARAKAN : Keberhasilan pelaksanaan tugas Kodim dan Satgas Pengamanan Perbatasan Kodam VI/Mulawarman (Mlw) di wilayah Kalimantan Utara,  telah berhasil  merebut hati rakyat (winning the heart) sehingga masyarakat wilayah perbatasan secara sadar menyerahkan berbagai senjata rakitan yang selama ini mereka simpan untuk tujuan tertentu.

Komunikasi Sosial (Komsos) dialogis sebagai metode komunikasi yang selama ini dilaksanakan satuan jajaran Kodam VI/Mlw secara intensif dengan  para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda  dan tokoh agama di wilayah Kalimantan Utara, telah memberikan hasil nyata di lapangan. Berkat Komunikasi Sosial Dialogis yang berjalan intens selama ini, telah berhasil memberikan kesadaran masyarakat Nunukan dan wilayah perbatasan untuk  secara  sukarela menyerahkan kurang lebih 160 pucuk senjata rakitan, Rabu (3/7/2019).

Masyarakat perbatasan menyadari bahwa kepemilikan senjata api rakitan secara pribadi adalah tindakan yang menyalahi aturan dan Undang-Undang, sehingga mereka secara ikhlas dan sukarela mau menyerahkan berbagai jenis senjata api rakitan kepada personel Babinsa dan personel Satgas.

Keberhasilan Komsos dialogis selama ini oleh Satgas Pamtas dan Babinsa di wilayah Kaltara ditandai banyaknya senjata yang diserahkan kepada prajurit Kodam VI/Mlw yang bertugas di daerah Nunukan, Sebatik, dan Malinau sebagai bagian dari tugas TNI menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jumlah keseluruhan senjata api rakitan hasil Komsos dialogis dan pendekatan secara persuasif, baik Satgas Pamtas Yonif 611/Awl dan Yonif 621/Mtg dan aparat kewilayahan telah berhasil mengumpulkan 160 pucuk senjata rakitan, terdiri dari 159 pucuk Senapan Panjang Rakitan dan 1 pucuk Pistol Rakitan.

Berkat upaya yang dilaksanakan prajurit yang bertugas di perbatasan, masyarakat telah memahami  bahwa memiliki senjata yang selama ini menjadi alat untuk berburu telah menyalahi Undang-Undang Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951, tentang larangan memiliki Senjata Api illegal yang sebagian besar senjata tersebut berupa senjata penabur.

Masyarakat juga merasa menjadi bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan wilayah Indonesia di perbatasan, dengan menjadi mata dan telinga personel TNI AD yang bertugas di perbatasan. Baik Babinsa maupun yang tergabung dalam personel Satgas Pamtas, untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan masalah pengamanan di daerahnya.

“Hal tersebut menunjukkan keberhasilan pelaksanaan tugas TNI di wilayah perbatasan yang telah berjalan selama ini tidak hanya berhasil secara fisik, namun juga secara non fisik. Masyarakat perbatasan memiliki tanggungjawab dan kesadaran untuk ikut mengamankan dan menjaga kedaulatan wilayah NKRI, khususnya di wilayah Kalimantan Utara yang  juga menjadi tanggung jawab Kodam VI/Mlw,” kata Pangdam VI/Mlw Mayjen TNI Subiyanto melalui Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino, Kamis (4/7/2019).

Semua jenis senjata rakitan hasil penyerahan sebanyak 160 pucuk, saat ini berada di Kodim 0907/Tarakan dan di bawah pengawasan Tim Pal Aju Tarakan yang rencananya akan dilaksanakan pemusnahan secara simbolis oleh para pejabat Kodam dan instansi terkait, sebagai bagian dari penciptaan suasana damai di wilayah perbatasan Kalimantan Utara sebagai serambi depan perbatasan Indonesia.

Upaya yang telah dilaksanakan oleh prajurit Kodam VI/Mulawarman mendapat apresiasi positif  dari pemerintah daerah setempat, hasil komunikasi sosial dialogis dan persuasif yang telah dilaksanakan juga meningkatkan  pemahaman kepada masyarakat perbatasan bahwa  mereka  juga  menjadi  bagian  penting  untuk  menjaga kedaulatan NKRI terutama di perbatasan.

Hal tersebut dapat tergambar dalam proses penyerahan senjata oleh masyarakat, hampir sebagian besar penyerahan senjata tersebut dilakukan secara sadar dengan cara  mengantar secara pribadi, serta menyerahkan senjata api rakitannya kepada para Babinsa yang bertugas di Kodim Perbatasan, dan para personel di pos Satgas Pengamanan Perbatasan yang berada di dekat pemukiman mereka. (***/Roni S)

Sumber : Pendam VI/Mlw

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password