Melawan Rasa Takut, Warga Sangatta Terjang Banjir Demi Pekerjaan

Ponton salah satu alat transportasi warga untuk menyebrang dari Sangatta Utara ke Sangatta Selatan. (foto : RH)

Akibat Banjir, Tarif Ponton Naik

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Angkutan penyeberangan (Ponton) khusus roda dua, penghubung antar Sangatta Selatan-Sangatta Utara lumpuh dilanda banjir. Hal tersebut menyebabkan hanya 2 dari 7  transportasi air tersebut dapat beroperasi.

Menurut pantauan DETAKKaltim.Com, meningkatnya volume air telah terjadi sejak Minggu lalu. Akibatnya warga Sangatta kesulitan melintas.

Ditemui di bantaran Sungai Masabang Sangatta Selatan, seorang penumpang Ponton bernama Irmayanti mengatakan, ia merasa takut jika harus menyeberang ke Sangatta Utara untuk bekerja. Derasnya arus dan tingginya banjir menjadi penyebab utama.

“Sebenarnya saya tidak berani untuk menyeberang, takut hanyut. Namun kantor saya di Sangatta Utara dan ini tuntutan kerjaan, mau atau tidak saya harus tetap berangkat,” ujarnya saat ditemui di area Ponton, Selasa (11/6/2019).

Di tempat yang sama, seorang pengemudi Ponton mengatakan, pihaknya tetap berupaya menjalankan kapalnya. Hal tersebut bertujuan untuk membantu memudahkan akses masyarakat.

“Saya pikir karena Ponton kami belum terendam seperti yang lain, kami akan tetap beroperasi. Tapi melihat arus yang begitu deras, kami harus menambah mesin jadi dua agar semakin kuat. Itu saja kami masih kesulitan. Selain itu, bahan bakar juga otomatis bertambah, maka dari itu kami menaikkan tarif angkutan dari Rp2000 sekarang menjadi Rp3000,” tuturnya.

Menurutnya, ada jalur alternatif lain yang dapat dilalui oleh warga. Hanya saja jaraknya terhitung cukup jauh. Sehingga membuat warga lebih memilih menggunakan jasa Ponton.

“Padahal kalau Ponton tutup, bisa saja masyarakat lewat jembatan. Hanya memang harus memutar jauh lagi, maka dari itu warga lebih milih lewat sini,” terangnya.

Kenaikan debit air Sangatta dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi intensitasnya sejak 3 hari lalu. Sehingga menutupi badan jalan dan memasuki pemukiman warga.

“Tidak hanya Ponton, tapi area jalan dan rumah saya juga sampai mirip dengan kolam. Semoga saja buaya tidak datang,” tutupnya. (RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password