Derita Dilson, Bayi dari Bengalon Kurang Gizi

Dilson dengan kondisinya. (foto : 1st)

DETAKKaltim.Com, KUTAI TIMUR : Tubuh Dilson, bayi berusia 7 bulan tergolek lemah di Rumah Sakit Umum Kudunga, Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Matanya cekung, dengan tulang pipi menonjol akibat kurang gizi.

Tubuh bayi asal Bengalon ini benar-benar kurus kering. Tulang terbalut kulit bukan lagi menjadi perlambang. Ia mengalami kekurangan gizi. Bukan lantaran tak makan, tetapi Dilson selalu memuntahkan tiap susu ataupun ASI yang masuk ke dalam perutnya.

Petugas Dinas Kesehatan Kutim bagian Program Gizi Jemy Mende membenarkan jika Dilson sudah di rawat di RSU Kudungga Sangatta. Jemy menyatakan pihak rumah sakit telah memberikan pelayanan maksimal kepada bayi penderita gizi buruk ini dengan penanganan 2 dokter, yakni dokter anak dan ahli gizi.

“Saat pertama datang, kondisi bayi sangat lemas dengan perut membuncit. Namun badannya kurus kering bahkan tulang rusuk sampai terlihat menonjol, tapi saat ini kondisinya semakin membaik dari sebelumnya,” kata Jemy, Jum’at (31/5/2019).

Diungkapkan, hasil analisis sementara Dilson diduga kuat mengidap gizi buruk. kondisi kurang gizi ini disebabkan oleh gangguan pencernaan kronis yang dialami Dilson. Karena selalu memuntahkan makanan, tubuhnya hanya mendapat sedikit asupan gizi dan nutrisi.

Namun untuk memastikannya, tim dokter terus melakukan pemeriksaan lengkap dan pemantauan perkembangan, untuk memastikan apakah ada penyakit lain.

Sebelumnya, Dilson sempat dirawat di pusat kesehatan Bengalon. Kemudian bayi ini dirujuk ke RSU Kudungga Sangatta, namun orang tua Dilson tak langsung membawa ke RSU lantaran keterbatasan ekonomi. Maklum, orang tua Dilson bukanlah keluarga berada, ibunya, Nancy hanya seorang buruh Sawit.

Sebelum dibawa ke rumah sakit, kondisi bayi yang hanya bisa menangis dan enggan minum susu hingga membuat kondisi fisiknya semakin menurun. Padahal bayi terlahir dalam kondisi normal dengan berat badan 3,0 Kg. Namun, akibat penyakit yang dideritanya kini beratnya jauh dari ideal di usia perkembangan bayi seusianya.

Orang tua bayi mengaku, jika awalnya hanya ditemukan pembengkakan di tubuh Dilson dan setiap minum susu selalu dimuntahkan sehingga mempengaruhi pertumbuhannya.

“Awalnya tidak mau minum susu, setiap yang masuk dimuntahkan hingga nangis terus sampai badannya menjadi kurus kering,” ungkapnya.

Sabtu ini adalah hari ketiga bayi kurang gizi ini dirawat di RSU Kudungga, sudah ada kemajuan walau belum terlampau signifikan. (RH)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password