Masjid Shiratal Mustaqiem, Melongok Al Qur’an Usia 400 Tahun dan Tradisi Takjil Bubur Peca

Masjid Shiratal Mustaqiem dengan Al Qur'an berusia 400 tahun (insert). (foto : Nita)
Takjil Bubur Peca yang disediakan untuk berbuka puasa. Dibuat secara turun temurun oleh satu keluarga. (foto : Nita)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Masjid tertua di Samarinda adalah Masjid Shiratal Mustaqiem didirikan oleh Said Abdurachman Bin Assegaf, ulama yang berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat, setelah mendapat restu dari Raja Kutai kala itu, Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Berlokasi di Jalan Pangeran Bendahara, RT 07, Nomor 20, Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Provinsi Kalimantan Timur.

Tidak ada yang berubah dari masjid ini hingga sekarang, semuanya masih berdasarkan Kayu Ulin tanpa ada perubahan yang mendasar.

Selain masih mempertahan ciri khas masjid, ada pula tradisi lain yang masih dipertahankan hingga sekarang, yakni menu takjil saat berbuka puasa. Bubur Peca merupakan sajian yang sangat ditunggu oleh warga sekitar hingga masyarakat jauh yang sengaja datang hanya untuk mencicipi hidangan tersebut.

“Semua takjil yang ada merupakan hasil sumbangan dari warga sekitar masjid, setiap harinya kami menyediakan sebanyak 200 takjil di masjid ini,” kata Takmir Masjid Shiratal Mustaqiem Sopian.

Ia juga menyampaikan, bahwa untuk penyajiannya di sini dilakukan bergotong royong, baik itu ibu-ibu maupun bapak-bapak di sekitar.

“Yang bagian masaknya juga turun temurun, dimulai dari nenek mereka hingga sekarang cucunya yang memasak di sini, karena memang sudah lama tinggal di sekitar masjid sini,” bebernya.

Takmir Masjid Shiratal Mustaqiem ini juga menunjukkan kitab Al Qur’an yang sudah disimpan sejak 400 tahun lalu, ini berstatus cagar budaya yang dilindungi pemerintah. (Nita)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password