Pedagang Keberatan Dipindahkan, Ini Penjelasan Kepala Unit Pasar Merdeka

Pedagang Telur yang berharap tetap diperbolehkan berjualan di tempatnya saat ini bersebelahan dengan seorang pedagang ayam di antara deretan pedagang lainnya. (foto : Hery)

Sempat Dikerjakan, Rehab Pasar Merdeka Belum Tuntas

Kondisi terkini di lantai dasar Blok D Pasar Merdeka yang sempat dikerjakan untuk renovasi belum menunjukkan perbaikan apapun. Belum diketahui berapa anggarannya dan bersumber dari mana. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Kondisi Blok D Pasar Merdeka Samarinda yang tengah menjalani rehab membuat pengelola pasar tersebut harus memindahkan untuk sementara pedagang yang ada di dalamnya keluar, mereka diperbolehkan berjualan di sepanjang jalan di dalam lingkungan pasar.

Dikonfirmasi terkait adanya pedagang ayam dan telur yang keberatan tempatnya akan dibongkar setelah ditempatkan di bagian luar, Koordianator Pengelola Unit Pasar Merdeka Decky Saputra mengatakan, sebenarnya itu bukan pembongkaran. Namun hanya penertiban terhadap pedagang yang berada pada posisi itu, setelah sebelumnya dibongkar dan dipindahkan ke tempat penampungan dengan posisi sama di jalan poros.

“Tempat yang lama sudah dibongkar dibangun lagi, di tempat penampunganpun dia berjualan. Makanya kita bongkar jangan sampai karena dua orang, pedagang lain yang sudah kita pindah kembali lagi. Jadi bukan pembongkaran, tapi penertiban,” jelas Decky saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/3/2019) pagi.

Langkah penertiban yang akan diambil, kata Decky lebih lanjut, karena pedagang yang lain keberatan dan mengancam akan kembali berjualan di luar jika keduanya tidak dipindahkan. Sebelum penertiban itu dilakukan pihaknya telah menyurati kedua pedagang tersebut, yang telah didahului dengan pemberitahuan secara lisan. 

Sebelumnya, dua orang pedagang yang berjualan di sepanjang jalan di lingkungan Pasar Merdeka tidak ingin dipindah ke tempat penampungan yang telah disiapkan, lantaran tempat tersebut dinilainya sepi dari pembeli. Meski tempat tersebut hanya berjarak beberapa meter dari tempat yang ditempatinya sekarang.

Decky menjelaskan, pembangunan Blok D akan dilanjutkan tahun anggaran ini yang diperkirakannya dimulai bulan April dan jika bangunan sudah rampung yang juga diperkirakan pada bulan Juni, maka pedagang yang berada di luar semua akan dikembalikan ke dalam. Sehingga penempatan pedagang di penampungan sifatnya hanya sementara.

Menjawab pertanyaan DETAKKaltim.Com, meski ia tidak mengetahui berapa nilai rehab Blok D tersebut Decky mengatakan pembangunan Blok D itu mulai dikerjakan 2 Desember jatuh temponya 28 Desember 2018. Karena waktunya lewat dari yang ditetapkan maka kontraktornya di-black list.

“Kalau urusan nilai anggarannya, itu urusan di Dinas. Kita cuma mengondisikan di lapangan, ” jelasnya.

Dari pantauan awak media di lapangan, kondisi di dalam Blok D belum menunjukkan adanya perbaikan sedikitpun kecuali beberapa bagian dinding los dan petak di lantai dasar yang telah dihancurkan. (LVL) 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password