Terdakwa Pembangunan Bandara Paser Divonis 1 Tahun Penjara

Pensong Benny duduk tenang mendengarkan Majelis Hakim membaca amar putusan. (foto : LVL)

Majelis Hakim Tidak Sependapat JPU

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Pensong Benny, Direktur Utama PT Bennatin Surya Cipta terdakwa dalam perkara nomor 37/Pid.Sus-TPK/2018/PN Smr, menyatakan terima vonis Majelis Hakim yang menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun denda Rp50 Juta subsidir 3 bulan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (13/2/2019) sore.

“Terima, terima yang mulia,” jawab Pensong seraya mengangguk setelah berkonsultasi sekitar satu menit dengan Yoseph SK Sabon SH MH, Penasehat Hukum (PH) yang mendampinginya. Suaranya cukup terdengar bagi beberapa orang dalam ruang sidang tersebut. 

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyebutkan unsur ketiga dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain tidak terbukti. Mengingat terdakwa telah mengembalikan keseluruhan kerugian negara sehingga tuntutan JPU mengenai Pasal 2 ayat (1) junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP dalam dakwaan Primair.

Namun Majelis Hakim berpendapat, berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perbuatan  sebagaimana  diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999  tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam dakwaan Subsidair.

Terhadap putusan ini, JPU Sudarmadi SH dari Kejakasaan Negeri Paser menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim mengatakan pikir-pikir.

“Pikir-pikir,” sebut Sudarmadi singkat.

Pensong Benny, Direktur Utama PT Bennatin Surya Cipta terdakwa dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) konstruksi bangunan bandara sisi udara, pada kegiatan pembangunan Bandara Kabupaten Paser (sistem Multy Years) sesuai Kontrak Nomor : 553/004/MK.BBSU/Dishubkominfo tanggal 21 Mei 2012 pada sidang yang digelar Kamis (10/1/2019), dituntut JPU 6 tahun penjara denda Rp300 Juta subsidair 1 tahun kurungan dalam dakwaan Primair.

Berita terkait : PH Terdakwa Minta Kliennya Dibebaskan, Dana Sudah Dikembalikan

Dari penelusuran DETAKKaltim.Com, sejumlah nama terseret ke dalam kasus ini dan telah menjalani hukuman. Di antaranya Saiful Arham selaku Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Paser tahun 2012, sekaligus Pengguna Anggaran (PA) dan Sunardi selaku Manajemen Konstruksi PT Bennatin Surya Cipta.

Kemudian Trisno Ario Sutanto, Direktur Utama PT Lampiri Djaya Abadi, dan terakhir Supendi Komisaris PT Likotama Harum yang dijatuhi hukuman penjara awal tahun 2018 lalu selama 5 tahun 2 bulan. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password