Dilakukan Berulang Kali, Kakek Usia 87 tahun Setubuhi Anak-Anak

Terduga pelaku MY, SW, NU. (foto : Gladis)

DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA : Petugas Kepolisian Polsek Tenggarong mengamankan 3 orang pelaku yang diduga menyetubuhi anak di bawah umur, dua di antaranya yakni kakek yang berusia 87 Tahun dan 57 Tahun, sedangkan satu lainnya masih sekolah di salah satu SMK di Kutai Kartanegara.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial SW, NU dan MY, mereka diamankan hari Rabu (30/1/2019).

Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi mengatakan, kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Tenggarong. Dari hasil laporan tersebut Polisi kemudian mengamankan para pelaku.

“Kasus ini terungkap setelah keluarga korban melaporkan peristiwa yang dialami korban ke Polsek Tenggarong,” ujar Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi, Kamis (31/1/2019).

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 atau Pasal 287 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

“Untuk pelaku di bawah umur rencananya akan dititipkan kepada keluarga karena masih bersekolah, namun permasalahan hukumnya masih tetap diproses,” bebernya.

Sementara itu pelaku SW yang berusia 87 tahun itu mengakui telah menyetubuhi korban berulang kali, aksi bejat itu ia lakukan dari bulan Oktober 2018 hingga Januari 2019.

“Dia sering datang ke Pondok saya, minta uang ke saya. Kadang saya kasih 10 Ribu, 20 Ribu, dia juga sering buka-buka celananya dan liatkan itunya. Bahkan dia sering minta begituan sama aku, ya namanya lelaki pasti nafsu,” ujar kakek yang sehari-hari menjaga Musholla itu.

Beda dengan SW, pelaku lain NU (57) membantah telah menyetubuhi korban. Menurutnya ia hanya meraba-raba saja.

“Saya hanya grepek-grepek gitu aja. Saya sudah nggak bisa begitu soalnya habis operasi, anak itu sering datang ke pondok saya. Dia mancing-mancing saya dengan membuka celananya. Anak itu kan memiliki kelainan, dia sering minta digitukan sama orang-orang yang ia suka,” ujar NU yang sehari-hari bertani.

Sedangkan pelaku lain MY mengaku menyetubuhi korban karena terpaksa, menurutnya korban menyukai dirinya, bahkan korban selalu mengejar-ngejar dia.

“Dia sering ngikut-ngikut saya. Dia bilang ke saya penakut karena saya tidak mau begituan. Akhirnya saya gitukan dia, tapi cuma sekali itu aja,” ujar MY kepada DETAKKaltim.Com. (Gladis)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password