Zuhdi Yahya, Anggota MPR RI Dengar Pendapat Dengan Warga Samarinda

Dr.Ir.H.Zuhdi Yahya,MP didampingi sejumlah petinggi KONI Kaltim saat menggelar kegiatan Dengar Pendapat dengan insan olahraga Kaltim. (foto : LVL)

Kembali Calonkan Diri Sebagai Anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Zuhdi Yahya, anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bertemu puluhan warga Samarinda di Sekretariat KONI Kaltim, Samarinda, Selasa (16/1/2019) sore.

Dalam pertemuan yang bertajuk Kegiatan Dengar Pendapat MPR-RI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2019 tersebut, Zuhdi yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) Kaltim melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bicara tentang Pendidikan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Terkait Pendidikan, Zuhdi yang juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Samarinda mengatakan peluang-peluang beasiswa yang tersedia melalui jalur DPR RI dan sekolah.

“Program Indonesia Pintar (PIP) itu ada melalui dua jalur. Pertama melalui sekolah dan Diknas, yang kedua melalui anggota DPR RI Komisi X,” jelas Zuhdi.

Untuk bidang olahraga, Zuhdi menyentil soal Sekolah Khusus Olahraga (SKOI) yang akan diambil alih Diknas. Menurutnya, perpindahan pengelolaan dari Dispora ke Diknas bisa membuat SKOI menjadi seperti sekolah umum lainnya. Padahal saat ini SKOI telah menarik perhatian sejumlah koleganya di DPR RI untuk datang belajar ke Kaltim dalam pembinaan olahraga.

“Di Dispora ini dua-duanya berjalan. Baik pendidikan maupun latihan. Kalau nanti sudah ditangani Diknas, ya sama aja dengan sekolah kejuruan lainnya,” kata Zuhdi yang telah mengantarkan Kaltim tetap menempati peringkat pertama di luar Pulau Jawa dalam 2 PON terakhir, Riau 2012 dan Bandung 2016.

Sebagai Ketua KONI Kaltim 2 periode, hal ini menyiratkan kekhawatir akan terjadi kemunduran prestasi olahraga Kaltim ke depan. Padahal dalam penilaiannya, saat ini SKOI sudah lebih baik dari pada Sekolah Olahraga Ragunan di Jakarta yang telah mengalami kemunduran.

“Kalau SKOI ndak ada lagi, atau tidak ditangani dengan baik, pengaruhnya juga terhadap prestasi olahraga di Kaltim,” jelas Zuhdi.

Berubah fungsinya 2 lapangan Sepak Bola di Kota Samarinda, yaitu Lapangan Bola Pemuda di Jalan Bhayangkara yang telah berubah menjadi Taman Samarendah dan Lapangan Bola Kinibalu yang dibangun Masjid oleh Pemprov Kaltim juga menjadi sorotannya.  

Hal ini berangkat dari usulan warga Palaran saat melakukan kegiatan Reses di daerah itu, yang meminta agar jangan ada lagi pengurangan lapangan Sepak Bola di Samarinda apa lagi di daerah mereka. Usulan warga Palaran itu, menurutnya, sejalan dengan program pemerintah.

“Program Kemenpora itu satu Desa satu lapangan Bola, nah ada beberapa program Pemerintah (Pusat) tidak sejalan dengan Pemerintah Daerah,” kata Zuhdi.

 Berita terkait : Reses Anggota DPR RI, Zuhdi Yahya Temui Pelaku Ekonomi Kreatif

Zuhdi Yahya yang saat ini mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kaltim Dapil Samarinda dengan nomor urut 6, juga bicara tentang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada kesempatan itu. Ia menuturkan telah mengunjungi sejumlah tempat berkaitan dengan ekonomi kreatif seperti Kampung Ketupat di daerah Palaran, Kampung Tenun, dan Kampung Manik-Manik. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password