Oknum Mahasiswi Melahirkan Sendiri, Naas Sang Bayi Meninggal

Hamsyi Dzamhari, Ketua RT 30 Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu dan foto bayi malang tersebut (insert/foto : Gladis)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Belum reda pergunjingan masyarakat Samarinda terkait kasus dua orang oknum Mahasiswa yang tertangkap karena membuang bayinya yang lahir di luar nikah, kini warga Jalan Pramuka, Kelurahan Gunung Kelua, Samarinda Ulu, dikejutkan dengan adanya seorang bayi perempuan di salah satu rumah kos putri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hamsyi Djamhari (70), Ketua RT 30 saat dikonfirmasi mengatakan kejadian tersebut terungkap saat salah seorang Ustadz yang saat itu mendatangi rumah kos putri, tujuannya hendak menguburkan jenazah bayi yang baru berumur sehari itu.

Ustadz tersebut datang ke lokasi setelah mendapatkan informasi di media sosial, tentang adanya seorang warga yang membutuhkan bantuan untuk menguburkan bayi itu.

“Ada seorang Ustadz dari Gunung Lingai melaporkan ke saya, katanya ada bayi yang meninggal dan mau dikuburkan. Sayapun terkejut, biasanya kalau ada warga yang meninggal pasti saya dapat informasinya,” ujarnnya.

Mendapat laporan dari Ustadz tersebut, Hamsyi Dzamhari langsung mendatangi rumah kos yang dihuni para Mahasiswi itu. Iapun terkejut karena melihat bayi itu dalam kondisi meninggal dunia. Bayi tersebut diketahui dilahirkan hari Rabu (9/1/2019) sekitar Pukul 15:00 Wita tanpa ada yang mengetahui, bahkan tetangga kosnya sekalipun tidak mengetahui jika ada yang melahirkan.

“Saya tanya pada ibunya bayi itu, suaminya mana. Dia jawab lagi di Nunukan. Saya tanya lagi surat nikahnya, katanya ketinggalan di kampung. Pengakuannya dia Mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi di Samarinda, karena saya curiga ada yang aneh saya akhirnya menghubungi Polisi,” tambahnya.

Untuk memastikan perempuan itu sudah memiliki suami, Hamsyi mencoba menghubungi ayah bayi itu.

“Saya meminta nomor telepon suaminya” lanjutnya.

Dalam percakapan lewat telpon tersebut, Ketua RT 30 itu sempat terkejut karena pria yang berinisial MS itu mengaku sebagai seorang Polisi yang saat ini sedang tugas di Malinau, Kalimantan Utara.

“Saya sempat meminta dia untuk mengirimkan buku nikah lewat WhatsApp, dia sempat iyakan. Tapi saya tunggu nggak dikirim-kirimnya. Saya tanya pekerjaannya katanya dia seorang Polisi,” cerita Hamsyi kepada DETAKKaltim.Com, Kamis (10/1/2019).

Terpisah, Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Arifin Rebel mengatakan kasus tersebut masih dikembangkan dengan memeriksa sejumlah saksi-saksi. Karena si ibu yang berinisial F itu masih menjalani perawatan di rumah sakit. Menurutnya kasus itu bukan aborsi.

“Mereka pacaran di luar nikah, seorang Mahasiswi dengan pacarnya yang saat ini sedang berada di luar kota, berinisial MS. Kejadian ini sebenarnya kemarin, tapi kami baru dapat laporannya tadi pagi,” jelasnya.

Lebih lanjut Kompol Arifin mengatakan, penyebab kematiannya masih diselidiki.

“Yang jelas kelahirannya secara sungsang, kaki duluan yang keluar. Informasinya dia berupaya melahirkan sendiri,” pungkasnya. (Gladis)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password