Kini Kaltim Ranking 5, Pemakai Narkoba Didominasi Pelajar dan Mahasiswa

Brigjen Raja Haryono, Kepala BNNP Kaltim dalama jumpa Pers ungkapkan sejumlah data penanganan Narkoba tahun 2018. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Brigjen Pol Raja Haryono, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kaltim mengungkapkan laporan kasus Narkoba yang ditangani instansinya selama tahun 2018, dalam konfrensi Pers yang digelar di Kantor BNNP Kaltim, Senin (31/12/2018) sekitar Pukul 13:30 Wita.

Pada kesempatan itu, Raja Haryono menyebutkan sepanjang tahun 2018 BNNP Kaltim dan jajarannya menangani 53 kasus dengan 128 tersangka yang terdiri dari 115 laki-laki dan 13 perempuan dengan barang bukti Sabu-Sabu 2.072,03 Gram/Brutto (2 Kg), Inex 258 butir, dan Ganja 1.215,23 Gram/Brutto (1,2 Kg).

Pengungkapan kasus tersebut merupakan akumulasi dari BNNK Samarinda 17 kasus dengan 22 tersangka laki-laki dan 3 perempuan, barang bukti Sabu-Sabu 129,14 Gram/Brutto , Ganja 1.200,58 Gram/Brutto (1,2 Kg).

Balikpapan 16 kasus dengan 23 tersangka laki-laki dan 1 perempuan, barang bukti 1.095,1 Gram/Brutto, dan Inex 250 butir. Selebihnya merupakan pengungkapan yang dilakukan secara langsung BNNP Kaltim.

Dari kasus-kasus tersebut, 1 kasus disebutkan tersangkanya akan dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Brigjen Raja Haryono juga mengungkapkan, berdasarkan penelitian Universitas Indonesia tahun 2017 Kaltim menempati urutan Ke-3 secara nasional peredaran Narkoba, namun hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan BNN tahun 2018 menempatkan Kaltim berada di peringkat Ke-5.

“Memang hasilnya belum disampaikan, tapi kita sudah mendapat draftnya. Kita menjadi ranking 5 dari 34 Provinsi, artinya kita mengalami penurunan,” jelas Raja Haryono.

Lebih lanjut dijelaskannya, prevalansi perbandingan jumlah penyalahguna Narkoba dengan jumlah penduduk secara nasional 1,7. Untuk Kaltim berada pada angka 2 yang sebelumnya 2,1 secara nasional.

Jika tahun 2017 jumlah pengguna Narkoba didominasi kaum pekerja baik Aparat Sipil Negara (ASN) maupun di sektor swasta baru Pelajar ataupun Mahasiswa, maka di tahun 2018, kata Raja Haryono, penggunaan Narkoba di kalangan pekerja mengalami penurunan tapi di kalangan Pelajar atau Mahasiswa mengalami peningkatan. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password