Soal PI Blok Mahakam, Koalisi Rakyat Kukar Bersatu Tagih Janji Kampanye Gubernur Kaltim

Tauhid, Koordinator Koalisi Rakyat Kukar Bersatu yang menuntut Participating Interest 50 persen dari 10 persen yang diberikan Pertamina Hulu Mahakam kepada Pemprov Kaltim dalam pengelolaan Blok Mahakam. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sekitar dua ribu warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang tergabung dalam Koalisa Rakyat Kukar Bersatu (KRKB) melakukan long march dari GOR Segiri menuju Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (27/12/2018) sekitar Pukul 10:00 Wita.

Kedatangan mereka yang berasal dari berbagai komponen masyarakat seperti KNPI Kukar, HMI Kukar, Pemerintah Desa Teratak, Apdesi Sebulu, dan warga dari Kecamatan Anggana, Muara Jawa, Sanga-Sanga dan Tenggarong untuk menuntut janji kampanye Gubernur Kaltim Isran Noor terkait Participating Interest (PI) dari pengelolaan Blok Migas Mahakam sebesar 50 persen.

Menurut Tauhid, koordinator aksi yang ditemui sejumlah awak media, hari ini Pemkab Kukar masih mendapat 33,5 persen sedangkan Pemerintah Provinsi Kaltim memperoleh bagian 66,5 persen.

“Makanya hari ini kami datang untuk menuntut janji sebagaimana kesepakatan kemarin, apa bila tidak direspon demo kami di Kutai Kartanegara kami akan datangi Kantor Gubernur ini menyampaikan tuntutannya. Lima puluh persen untuk Kukar, lima puluh persen  untuk Provinsi,” tegas Tauhid.

Posisi Blok Mahakam yang berada hanya di Kabupaten Kutai Kartanegara, kata Tauhid,  menjadi alasan kenapa Kukar harus dapat 50 persen.

Meski diakui keputusan 33,5 : 66,5 persen itu keputusan Awang Faroek selaku Gubernur Kaltim pada saat perjanjian itu, namun Isran Noor saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Kaltim dalam kampanyenya berjanji akan merealisasikan tuntutan masyarakat Kukar tersebut.

“Memang janji Pak Isran bahwa itu akan dipenuhi pada saat kampanye-kampanye kemarin. Harapan kita ya realisasikanlah janji-janji itu,” kata Tauhid.

Tauhid menegaskan, jika hari ini tidak bisa bertemu dengan Gubernur ia akan menemui Wakil Gubernur. Jika Wakil Gubernur tidak bisa memberikan solusi, maka ia akan memberikan limit waktu. Jika tetap juga tidak bisa memberikan keputusan, maka ia akan menurunkan massa lebih banyak lagi.

Saat aksi demonstran ini berlangsung yang menuntut agar Gubernur Kaltim Isran Noor keluar menemui mereka, salah seorang narator di atas panggung yang menggunakan mobil bak terbuka menyebutkan jika Gubernur tersebut sedang berada di Jakarta. Iapun tampak kecewa karena rencana aksi ini telah disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya, termasuk keinginannya bertemu Gubernur. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password