Peringatan Hari HAM 2018 di Kaltim, Massa Demonstran Nyaris Bentrok

Demonstran mempertanyakan keseriusan pemerintah tangani lubang pasca tambang yang telah merenggut nyawa puluhan anak. (foto : Gladis)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Puluhan mahasiswa dan aktivis lingkungan yang tergabung dalam komite lawan tambang menggelar aksi di depan kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda, Senin (10/12/2018).

Aksi yang berlangsung dalam rangka memperingati hari HAM 2018 itu nyaris ricuh. Peserta aksi yang ingin bertemu Gubernur Kaltim berusaha menerobos masuk dengan menggoyangkan pagar kantor Gubernur hingga nyaris roboh, beruntung petugas Kepolisian dan Satpol PP bisa meredam emosi para demonstran.

Selain membakar ban dan gantian berorasi, mahasiswa juga memukul pentungan sebagai simbol terancamnya anak anak akibat lubang tambang.

Dalam orasinya massa aksi menilai tidak ada perlindungan terhadap nasib anak-anak di Kaltim, karena masih di bawah bayang-bayang ancaman lubang tambang.

Jaringan advokasi tambang (Jatam) Kalimantan Timur mencatat dalam 10 tahun terakhir terdapat 27 anak  yang tewas di lubang tambang, bahkan ironisnya kasus ini tidak diusut sampai tuntas. Jatam menilai komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim melindungi warganya dari ancaman lubang bekas tambang hanya sebatas retorika.

“Pemerintah hari ini hanya sebatas pemerintah yang penuh pencitraan, pemerintah selalu bilang kami percayakan kasus ke proses hukum, namun sampai hari ini tidak satu kasuspun dari 21 konsesi pemegang izin yang diseret ke Pengadilan. Dari sekian kasus hanya satu kasus yang diseret ke Pengadilan, itupun kasus yang tidak berdampak bagi keluarga korban,” ujar Dinamisator Jatam Kaltim Pradarma Rupang kepada DETAKKaltim.Com di sela-sela aksi.

Lanjut Rupang, pihaknya meminta ketegasan pemerintah, baik dari institusi Kepolisian agar berkomitmen mengusut tuntas kasus kasus anak-anak yang mati di lubang tambang.

“Dengan aksi ini kami meminta kepada Gubernur agar menegakkan hukum kepada perusahaan, dengan menjatuhkan pidana lingkungan hidup, dan pencabutan izin serta pemulihan lingkungan hidup. Jika tidak, maka korban tewas di lubang tambang akan bertambah,” tandasnya. (Gladis)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password