Pengurus PGI Kukar Dilantik, Tidak Berafiliasi Partai Politik

Pengurus GPI Kukar usai pelantikan. (foto : 1st)

DETAKKaltim.Com, KUTAI KARTANEGARA : Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) membentuk kepengurusan daerah Kabupaten Kutai Kertanegara di Aula Odah Etam, Kedaton, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, Minggu (3/12/2018).

Pengukuhan pengurus periode Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI Kukar 2018 – 2021 dilakukan PGI Kaltim Pendeta Analita Migang. Agenda pelantikan itu diikuti beberapa komunitas gereja yang ada di daerah Kabupaten Kukar, di antaranya GBI, GKII, GSJA, GKSI, GT, GKKAI, HKBP, GPIB, GPPS, dan GKPB. Pelantikan berjalan dengan suasana yang khidmat. Pendeta dan jemaat seluruhnya adalah Kristen Protestan, begitu larut dalam prosesi ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kukar Edy Damansyah, Pj Sekretaris Kabupaten Kukar Sukrawardy turut hadir. Ia memberikan arahan terkait peran tokoh agama membina ummat menuju cita-cita program daerah Gerbang Raja.

“Peran gereja mesti aktif untuk membangun karakter ummat menjadi lebih baik, hidup berdampingan dengan berbagai keyakinan dan agama di Kabupaten Kukar,” terang Sukrawardy.

Ketua MPH PGI Kukar Pendeta Juari Daud seusai pelantikan mengatakan rasa puji syukur kepada Tuhan karena PGI Kukar terbentuk setelah 10 tahun lamanya tidak memiliki program kerja, lantaran ketidak aktifan pengurus periode tersebut. Saat ini data sementara menurut Juari, terdata ada 40 ribu jiwa yang tergabung dalam PGI Kukar.

Harapannya, setelah pengurus PGI Kukar terbentuk ada wujud konkrit pelayanan PGI Kukar kepada ummat. Mewujudkan tuntutan, harapan gereja dan ummat secara lebih nyata lagi. Itu sebabnya, dukungan semua pihak terutama gereja anggota PGI mesti terlihat. Dengan dukungan gereja-gereja Kukar, begitu pula pengurus PGI dapat lebih optimal mengerjakan pelayanan kepada ummat.

PGI di tanah air sejak lama telah berkiprah, berdiri sejak 25 Mei 1950 di Jakarta. Seiring perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai sebuah bangsa, eksistensinya juga berskala nasional, dan memiliki badan hukum. PGI mempunyai cita-cita menjadikan gereja bersatu dalam kebersamaan di Kukar, walaupun satu tidak berarti sama.

“Kita berbeda-beda komunitas gereja, tetapi satu dalam wadah organisasi PGI. Alkitab menjadi dasar, dan sumber dari setiap tindakan, serta keputusan bersama,” ujar Pendeta Juari Daud.

Pendeta dari Gereja Bathle Indonesia (GBI) itu juga mengajak seluruh ummat berdoa, bekerja dan bergandengan tangan untuk kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya warga Kukar. Dalam pengurus ini Pendeta Juari bekerja bersama Sekertaris MPH PGI Kukar Pendeta Ida Arlinda dan Bendahara Argenes Pardede.

Keberadaan gereja menjadi saluran berkat untuk daerah, kata Juari lebih lanjut, terlebih masyarakat di sekitar gereja karena gereja mengemban misi eklesiastis, yaitu misi pelayanan ummat. Gereja harus menguasahakan kesejahteraan kota, di manapun gereja itu berada. Ummat Nasrani di seluruh dunia merayakan hari Natal. Semoga damai Natal memberkati seluruh ummat manusia terutama warga Kukar.

“Peran gereja dalam menghadapi tahun politik adalah bagaimanapun harus sesuai ayat di Alkitab yeremia 29:7 yang berbunyi, usahakanlah kesejahteraan kota ke mana aku kamu buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan. Sebab, kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu,” kata Juari.

Selain itu, ia menghimbau kepada ummat gereja yang tergabung di PGI untuk ikut mensukseskan pesta demokrasi, pemilihan umum 5 tahun sekali, pada tanggal 17 April 2019 nanti. Berharap dengan suka cita menyambut pesta demokrasi, dalam perjalanan dinamika Republik Indonesia.

PGI menjadi mitra bagi organisasi, lembaga intern, dan antar ummat beragama. PGI secara nasional telah menunjukkan kiprahnya dalam menjaga kerukunan antar ummat beragama.

“PGI adalah organisasi keagamaan yang tidak berafiliasi pada partai politik manapun, pilihan politik ada pada individu masing-masing umat. Motto PGI Kukar, PGI KITA adalah tagline PGI Kukar. KITA adalah akronim Kompak, Interdenominasi, Tanggap, Alkitabiyah,” jelasnya lagi.

Di tempat yang sama, Badan Pengawas Pembendaharaan (BPP) PGI Kukar, Priskila Evalianitha Randabunga menambahkan hal senada. Menurutnya, di masa tahun politik seperti sekarang partisipasi memilih pada Pemilu 2019 mendatang adalah bagian dari memilih pemimpin terbaik dari yang terbaik untuk menjadi penyambung suara, dan kepentingan seluruh masyarakat.

“Partisifasi politik itu harus diberikan dengan mendengarkan lubuk hati yang terdalam. Ummat harus menggunakan hak politiknya pada pesta demokrasi nanti. Doa dan harapan agar pesta demokrasi 2019 dapat terlaksana dengan baik dalam suasana yang kondusif, dan harmonis,” ucap Priskila.

Ia mengucapkan kepada ummat nasrani di seluruh dunia, selamat merayakan hari Natal 25 Desember 2018. Semoga damai natal memberkati seluruh ummat manusia dan warga Kukar.

“Selamat menyambut hari natal dan tahun baru,” sebut perempuan yang turut mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim Dapil Kukar dari Partai PDI Perjuangan. (***/hae)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password