Dikeluhkan, Tiang Listrik PLN di Rumah Warga Dinilai Berbahaya

Tiang listrik yang dikeluhkan dan dikhawatirkan warga. (foto : ib)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Tiang listrik milik PLN yang terpasang di dalam teras rumah milik warga di Jalan Syahrani Dahlan, RT 35, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang,  dinilai berbahaya.

Selain kondisinya sudah miring, jarak antara tiang satu dengan tiang lainnya terlampau jauh sehingga kabel listrik terlihat kendor dan hampir sejajar dengan jalan yang posisinya menanjak disamping jurang.

Protes warga ini disampaikan H Nasik, pemilik rumah berwarna orange itu ketika berbincang dengan DETAKKaltim.Com, Senin (3/12/2018).

“Saya sih sebenarnya tidak keberatan tiang listrik tersebut berada di teras rumah, tapi melihat kondisinya alangkah baiknya tiang listrik ini dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan warga bernama Junaidi, bahwa kabel listrik PLN yang nampak kendor tersebut dikuatirkan menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan.

“Kita berharap ini bisa menjadi perhatian PLN untuk memperbaiki posisi tiang agar kabel tidak lagi terlihat kendor,” pungkas Junaidi.

Basuki Rahman, Manager Unit Pelayanan Pelanggan (UP3) yang dikonfimasi wartawan di Kantornya, Selasa (4/12/2018) siang terkait adanya laporan warga ini, mengaku akan segera menurunkan tim ke lapangan untuk melihat tiang dan kabel listrik yang dinilai berbahaya bagi warga.

“Kita akan segera turunkan tim teknis ke lapangan untuk melihatnya,” sebut Basuki.

Ditanya soal standar jarak pemasangan tiang listrik, Basuki mengatakan sebenarnya jarak antara tiang satu dengan tiang lainnya adalah 50 meter.

Kendati demikian, jarak pemasangan tiang listrik juga harus melihat kondisi lapangan.

Khusus kondisi yang berada di jalan Syahrani Dahlan bila melihat letaknya berada di jurang, tentu tidak mungkin dipasang tiang.

“Saya yakin dulu pertimbangannya seperti itu, karena tidak bisa disamakan dengan posisi tanah datar. Yang jelas kita akan segera turunkan tim jaringan untuk melihatnya, kalau memang berbahaya dan beresiko akan segera kita perbaiki,” ujar Basuki lebih jauh. (ib)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password