AKPY Kerja Sama BPDP KS Gelar Pelatihan Siswa SMK Pertanian Se-Kaltim

Peserta pelatihan bersama penyelenggara dan pengawas SMK Se-Kaltim usai pembukaan. Pelatihan ini dibagi menjadi 2 kelas, setiap kelas diisi 30 orang peserta. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-Stiper) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Siswa SMK Pertanian tentang Teknik dan Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit, di Hotel Royal Park Samarinda.

Kegiatan yang dibuka Suhariono, Pengawas SMK seluruh Kaltim, Senin 19 November akan berlangsung hingga 25 November 2018 dengan diikuti 60 peserta dari seluruh Kalimantan Timur.

Terkait kegiatan ini, Suhariono mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan ini yang diprakarsai BPDP KS yang mau mendanai dan AKPY-Stiper sebagai penyelenggara. Hal ini sejalan dengan visi misi Gubernur Kaltim yang baru untuk mewujudkan Kaltim yang berdaulat.

“Salah satunya berdaulat dalam hal pertanian, perkebunan,” kata Suhariono kepada DETAKKaltim.Com usai membuka kegiatan.

Kegiatan ini juga menurutnya sesuai dengan Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK, sehingga para siswa sangat cocok sekali saat mendapatkan pelatihan seperti ini. Dengan waktu pelaksanaan kegiatan selama satu minggu, termasuk kunjungan ke lapangan, ia yakin para siswa ini akan mendapatkan ilmu yang bisa langsung diterapkan.

Sebelum kegiatan ini, kata Suhariono, telah diselenggarakan kegiatan untuk kalangan guru di bulan April. Karena itu, ia berharap BPDP KS dapat meningkatkan kegiatan-kegiatan seperti ini di Kaltim yang akan banyak menggantungkan kelanjutan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan pasca sumber daya alam yang tidak terbaharukan.

“Kalau sudah ke gurunya, siswanya, ada baiknya juga ke masyarakat petaninya dalam arti luas. Karena itu perlu juga menggandeng penyuluh-penyuluh pertanian,” harapnya.

Terpisah, Herry Wirianata mewakili Direktur AKPY-Stiper menjawab pertanyaan Wartawan terkait motivasi penyelenggaraan kegiatan ini mengatakan, kiprah Sawit Indonesia di dunia sangat tergantung dari dukungan sumber daya manusianya.

Sebagai negara yang memiliki lahan Perkebunan Sawit terluas di dunia yaitu seluas 14,03 juta hektar, jelas Herry, di sisi lain masih memiliki sejumlah permasalahan. Antara lain produktifitas yang masih rendah. Masih di bawah dari potensi produksinya.

“Untuk meningkatkan itu, maka dukungan sumber daya manusia sangat vital, sangat penting. Oleh karena itulah, maka kami Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta bersama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit membantu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada hubungannya dengan Perkebunan Kelapa Sawit,” jelas Herry.

Dalam 3 tahun terakhir, kata Herry lebih lanjut, telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan melibatkan siswa SMK, Guru, dan Petani Kelapa Sawit. Semua dananya didukung BPDP KS yang berada di bawah naungan Departemen Keuangan.

Lebih lanjut Herry menjelaskan, dalam pelaksanaannya, kurikulum yang diterapkan ada di kelas dan ada juga ke lapangan. Harapannya dengan proses ini dapat membangun kompetensi siswa-siswa SMK Pertanian untuk mampu bekerja di Kebun Kelapa Sawit, atau bagi yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi sudah punya dasar untuk memahami Sawit. Baik dari kiprahnya, usahanya, pemeliharaannya, dan panennya.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan ini perwakilan dari Duta Rumah Belajar Kaltim yang diwakili M Yahya, dan Dosen Instiper, Suryanti. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password