Numpang Kapal Nelayan, 17 Orang Pengungsi dari Donggala Tiba di Bontang

Erny bersama putrinya yang mengungsi dari Donggala akibat gempa dan tsunami yang menghantam daerah itu, Jum'at (28/9/2018). Ia tiba dengan menumpang Kapal Nelayan bersama 17 orang lainnya. (foto : Gladis)

DETAKKaltim. Com, BONTANG : Sebanyak 17 orang pengungsi gempa dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah tiba di Pelabuhan Berbas Bontang, Kalimantan Timur, mereka tiba hari Selasa (2/10/2018).

Para pengungsi terdiri dari 4 kepala keluarga ini menumpang Kapal Nelayan meninggalkan Kabupaten Donggala, mereka menempuh hampir 20 jam perjalanan hingga tiba di Kota Bontang.

Kedatangan mereka di Kota Bontang lantaran mengaku sudah tidak ada harapan lagi untuk tetap bertahan di Donggala, apalagi tempat tinggalnya sudah rata dengan tanah dan belum disentuh bantuan. Erny (43), salah seorang pengungsi mengatakan saat itu ia bersama rekan-rekannya melihat ada Kapal Nelayan di tepi Pantai, sontak saja mereka langsung menaiki kapal tersebut.

“Saat itu kami melihat kapal pencari ikan, kami dekati, pokoknya kami menanya, begitu tahu kapal ke Bontang kami langsung naik,” ujar Erni saat ditemui DETAKKaltim.Com di salah satu rumah warga yang tidak jauh dari Pelabuhan Berbas Kota Bontang.

Dengan membawa anaknya yang berusia 4 tahun, Erny memilih mengungsi ke Bontang lantaran memiliki anak yang tinggal di Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Erny, warga Desa Labuan Bajo, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala ini mengakui tidak semua bangunan di tempatnya rata dengan tanah, menurutnya masih ada sebagian rumah warga yang selamat.

“Banyak yang kelaparan, rumah hancur, di daerah kami masih ada sebagian bangunan yang selamat. Saat itu kejadiannya sekitar jam 4 sore, awalnya getaran biasa aja, kami keluar menyelamatkan diri, tapi sekitar jam 6 sore ada getaran besar. Rumah kamipun ambruk, kami sempat menyelamatkan diri ke gunung karena ada yang teriak air naik,” tambahnya.

Tiba di Pelabuhan Berbas Bontang, para pengungsi ini nantinya akan diberikan tempat tinggal di rumah Rusunawa yang disediakan oleh Pemkot Bontang.

Arif, salah seorang anggota DPRD Kota Bontang mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi degan Pemkot Bontang untuk menyiapkan tempat bagi para pengungsi.

“Ada fasilitas umum yang kita gunakan, ada Rusunawa. Nanti kami akan koordinasi dengan Pemerintah Kota Bontang untuk menampung mereka di Rusunawa,” ujar Arif saat menjenguk para pengungsi, Rabu (3/10/2018) di Pelabuhan Berbas Bontang.

Kepala KSOP Bontang Mursidi mengatakan, saat ini ia mendapatkan informasi jika masih ada pengungsi yang menggunakan 3 unit Kapal Nelayan menuju Bontang. Meski belum mengetahui pasti jumlah para pengungsi, namun pihaknya akan segera menyiapkan tim untuk menyambut kehadiran para korban Gempa.

“Kita akan segera siapkan tim, karena kapal yang mereka gunakan itu Kapal Nelayan. Saat ini kami belum mengetahui jumlah para pengungsi, tapi infonya mereka menggunakan 3 Kapal Nelayan,” kata Mursidi menandasakan.(Gladis)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password