Ditetapkan Sebagai Tersangka, Mantan Ketua LPD Sukaraja Nilai Ada Kejanggalan

Kantor Kejaksaan Negeri PPU. (foto : amran)

DETAKKaltim.Com, PPU : Kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sukaraja, Kecamtan Sepaku, Kalimantan Timur, yang dikelola melalui Lembaga Perkreditan Desa (LPD) tahun 2010-2012 berbuntut.

Setelah Kejari PPU menyeret Sukarni, mantan Kepala Desa Sukaraja ke kursi pesakitan dalam kapasitasnya selaku bendahara LPD saat itu, kini mantan Ketua LPD Sukaraja Anang Sahlan Safari ditetapkan sebagai tersangka baru.

Atas penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus ini, Anang Sahlan Safari menilai menetapan dirinya sebagai tersangka penuh kejanggalan.

“Sebelum saya dipanggil, Ketua BPD Sukaraja yang lama dipanggil lebih dulu. Kemudian saksi-saksi lain dipanggil Kejaksaan, namun ketika ia dipanggil Kejaksaan langsung dijadikan tersangka dengan BAP Sukarni. Hanya diganti nama saja,” keluhnya kepada DETAKKaltim.Com saat disambangi di Kantor BPD Desa Sukaraja, Kamis (13/9/2018).

Anang  yang sekarang ini masih menjabat sebagai Ketua BPD Desa Sukaraja mengakui kalau dirinya yang melaporkan mantan Kepala Desanya, setelah ada temuan senilai Rp258 Juta dari Pansus yang terdiri dari Dinas Pemberdayan Masyarakat dan Perintah Desa (DPMD), serta BPD Sukaraja yang kemudian dilaporkan ke Inspektorat.

“Sebagai Ketua LPD pada waktu itu, wajar kalau saya meminta pertanggung jawaban penggunaan dana LPD kepada Sukarni sebaga bendahara. Akan tetapi laporan keuangan tersebut tidak pernah dibuat sampai sekarang,” jelasnya.

Berita terkait : Ketika Sang Pelapor Jadi Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi Dana LPD Sukaraja

Berkaitan dengan penetapan dirinya sebagai tersangka, Anang mengatakan selalu kooperatif.

“Yang penting sesuai dengan aturan, saya siap dipanggil kapan saja,” tegasnya.

Anang ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 25 Agustus 2018 lalu. Kejaksaan Negeri Penajam melayang surat panggilan tersangka nomor SP 6a/Q4.22./fd1/08/2018, selanjutnya surat perintah penyidikan print 362/0.2.2/fd.1/05/08/2018 yang ditandatangani Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Guntur Eka Permana atas nama Kepala Kejaksaan Negeri Penajam terhadap Anang Sahlan Safari. (Amran)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password