Debu Batubara Meningkat di Udara, Perusahaan Ini Kerap Buat Warga Marah

Aktivitas loading Batubara yang dikeluhkan warga Kaliorang akibat debu yang timbul di udara. (foto : Aghwa)

DETAKKaltim.Com, KUTIM:  Setiap musim kemarau tiba warga Kecamatan Kaliorang diresahkan oleh debu Batubara yang meningkat di udara, dan mencemari Desa Kaliorang. Warga yang resah  menghentikan aktivitas truk Batubara PT Indexim Coalindo yang melintas jalur houling.

Penghentian aktivitas tranportasi Batubara seperti truk dan konveyer sudah sering diakukan warga Kaliorang. Sebulan ini saja misalnya, sudah beberapa kali dilakukan penghadangan. Di antara warga yang melakukan penghentian ialah Sultan (40) dan Ocal (38).

Mereka berdua masuk ke pelabuhan konveyer Batubara untuk menghentikan sementara aktivitas pertambangan di sekitar pelabuhan.

Mereka meminta penanganan debu agar tidak mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

“Setiap tahun di musim kemaru ketika angin selatan datang, angin dari laut tepatnya di Pelabuhan Loading Batubara berhembus ke arah kampung membawa debu Batubara yang mencemari kampung. Sudah bertahun-tahun kami menghirup debu Batubara,” ujar Sultan, Minggu (9/9/2018).

Jarak pelabuhan konveyer Batubara PT Indexim Coalindo dengan pemukiman warga Kaliorang kurang lebih satu kilometer.  Sehingga ketika kemarau seperti saat ini debu Batubara sangat mudah terbawa dan mencemari udara pemukiman.

Debu Batubara juga mengotori rumah, sekolah, Puskesmas hingga mengotori tempat ibadah. Tidak hanya itu, masyarakat juga khawatir mengenai kondisi kesehatan mereka apalagi terhadap kesehatan anak akibat dari debu Batubara.

Permasalah debu yang telah terjadi selama bertahun-tahun sudah beberapa kali dibahas oleh pihak Pemerintah Desa. Mereka pernah menuntut penanganan dan tanggung jawab kepada pihak perusahaan.

Dalam pembahasan 5 bulan terakhir antara Pemerintah Desa dan perusahaan, didapatkan kesepakatan bahwa perusahan akan menangani permasalahan debu dan melakukan cek kesehatan gratis setiap 3 bulan sekali di Desa Kaliorang.

Sudah ada 2 surat kesepakatan yang dipegang sebagai bukti janji oleh perusahaan bahwa akan ada penanganan masalah debu di kampung.

“Tetapi hingga saat ini juga tidak ditangani dengan serius. Kami harus masuk ke pelabuhan dulu, menyetop aktivitas dan meminta pihak perusahaan menyirami debu. Tidak ada itikad baik yang maksimal dari perusahaan mengenai masalah ini selama bertahun-tahun,” jelas Ocal.

Pihak Desa juga menjeskan bahwa perjuangan warganya mengenai masalah debu jarang digubris langsung oleh pihak perusahaan. Tanpa adanya tekanan dari Pemerintah Kabupaten serta media juga membuat perusahaan tidak merasa adanya masalah yang berarti.

“Kami harus membangun komunikasi yang lebih luas lagi hingga ke Kabupaten bahkan Provinsi mengenai masalah yang terjadi di Desa kami, agar perusahaan dapat tekanan langsung dan cepat melakukan penanganan debu,” ucap Sultan.

Sementara itu, perwakilan PT. Indexim, Karnoto belum memberikan jawaban. Media sudah mengkonfirmasi melalui telpon dan WA. Namun tak diberikan balasan hingga berita ini diterbitkan. (Aghwa)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password