Tuding Rusak Lingkungan, Warga Sanga-Sanga Dalam Minta Gubernur Cabut IUP CV SSP

Warga Sanga-Sanga Dalam bersama Ketua RT 24 saat menggelar jumpa Pers. (foto : Gladis)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Warga RT 24, Kelurahan Sanga-Sanga Dalam, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menolak beroperasinya kembali perusahaan tambang batu bara yang berdekatan dengan permukiman warga.

Aksi penolakan ini kembali disampaikan warga saat menggelar jumpa pers di Café Pyramid, Kantor Berita Antara, Jalan Dahlia Samarinda, Selasa (28/8/2018).

Muhammad Zainuri, Ketua RT 24 Kelurahan Sanga-Sanga Dalam mengatakan, wilayah RT 24 menaungi 200 Kepala Keluarga (KK) dan sekitar 400 jiwa, dengan mayoritas pekerjaan masyarakatnya sebagai petani dan peternak. Dengan hadirnya CV Sanga-Sanga Perkasa (SSP) untuk melakukan penambangan akan menyebabkan kerusakan lingkungan seperti tanah longsor maupun banjir.

“Beroperasinya CV Sanga-Sanga Perkasa ini sudah menyalahi aturan, kalau pemerintah tetap mengizinkan akan memperburuk dampak lingkungan. Saat ini saja kita sudah masih merasakan dampak dari tambang masa lalu yang belum direklamasi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, aktivitas penambangan di area seluas 42,5 hektare tersebut berlangsung mulai 2004 dan telah berakhir 2014 lalu. Namun pada tahun 2018 ini, CV SSP telah beroperasi kembali.

Zainuri menegaskan jika CV SSP sejak 25 Juli lalu sudah divonis tidak boleh menambang, bahkan wargapun pernah melakukan penghentian penambangan. Namun hingga saat ini CV SSP masih melakukan penambangan. Iapun berharap kepada Gubernur Kaltim agar mencabut izin usaha pertambangan (IUP) CV SSP.

“Puluhan tahun kami menderita akibat aktivitas tambang, dan saat ini tambang tersebut akan dihidupkan lagi, warga menolak. Karena sumber air warga sekitar sudah sulit dicari karena adanya aktivitas tambang. Kami meminta kepada Gubernur Kaltim agar mencabut izinnya, apalagi menurut historis jika Camat pertama di Sanga-Sanga adalah Awang Ishak yang merupakan ayah Gubernur Kaltim saat ini, kami meminta keadilan,” tegas Zainuri. (Gladis)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password