Keteladanan Nabi Ibrahim AS, Ketahanan Keluarga Muslim

Jama'ah shalat Idul Adha mendengarkan ceramah khotib Uztadz Mulyono. (foto : LVL)

 DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Ratusan warga Samarinda yang bermukim di sekitar Masjid Annor di Kelurahan Pelita melaksanakan Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1439 Hijriyah, atau bertepatan dengan Rabu (22/8/2018).

Dalam ceramahnya Khotib Uztadz Mulyono menyampaikan bahwa sebaik-baik manusia yang bertaqwa kepada Allah Subahana Wa Ta’ala (SWT) sebagai hamba dan panutan adalah Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam (SAW). Salah satu rasa syukur kita atas nikmatNya sebagai hamba dan ummat Nabi Muhammad SAW, adalah dengan melaksanakan ibadah berqurban dengan penyembelihan hewan qurban di hari raya Idul Adha.

Ustadz Mulyono. (foto : LVL)

Iapun menyitir salah satu ayat dalam Al Qur’an surah Al Kautsar yang  artinya, bahwa sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang begitu banyak, maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.

Kemudian ia menyampaikan keteladanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS) dalam membentuk ketahanan keluarga muslim. Untuk itu, menurutnya paling tidak ada 5 aspek yang harus diperjuangkan. Pertama, memiliki kemandirian akan nilai-nilai Islam sebagai landasan berkeluarga.

“ Melaksanakan nilai-nilai Islam bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi berusaha meluruskan yang tidak Islami dengan cara yang Islami,” jelasnya.

Aspek kedua adalah setiap keluarga muslim harus memiliki kemandirian ekonomi. Karena itu, setiap kepala keluarga muslim harus berusaha memenuhi kebutuhannya secara halal.

“Berusaha secara halal lebih mulia dari pada mengemis yang hina apa lagi mencuri bahkan korupsi,” jelasnya lebih lanjut.

Ketahanan keluarga muslim yang ketiga adalah tahan dalam menghadapi goncangan keluarga. Untuk menghadapi persoalan ini, ia menyampaikan agar keluarga muslim membangun komunikasi yang baik dan melakukan konsolidasi antara suami dan istri.

Iapun mencontohkan bagaimana dialog antara Nabi Ibrahim AS dengan putranya Nabi Ismail AS saat perintah Allah SWT turun, untuk menyembelih putra kesayangannya itu.

Ketahanan keluarga muslim keempat adalah kesolehan dan ketaqwaan dalam peran sosial. Keberadaan keluarga muslim harus dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat sekitarnya, kesolehan dan ketaqwaan bukan hanya untuk dirinya sendiri.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermamfaat bagi orang lain,” ungkapnya menyitir Hadits Rasulullah Muhammad SAW.

Ketahanan muslim yang kelima adalah mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Dalam hal ini, jelasnya lebih lanjut, seorang keluarga muslim dengan ketaqwaannya harus mampu mencari jalan keluar semua persoalan yang dihadapinya.

Iapun menyebutkan salah satu firman Allah yang artinya, Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberikan rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah akan mencukupkan jalan keluarnya.

“Dalam hidup ini kita tidak ditekan oleh persoalan, tapi kita yang mengendalikan persoalan itu,” sebutnya. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password