Mengenal Nusantara, Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Boyong Siswa ke Perbatasan RI-Malaysia

Program Siswa Mengenal Nusantara dari Kementerian BUMN disambut antusias siswa yang mendapat kesempatan berkunjung ke wilayah perbatasan RI-Malaysia. (foto : 1st)

DETAKKaltim.Com, NUNUKAN : Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia kembali menggelar program Siswa Mengenal Nusantara (SMN), bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN), dengan mengirim 23 siswa SMA dan SLB asal DKI Jakarta, untuk belajar berbagai hal di Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 hari, dari 11 hingga 18 Agustus 2018. Kegiatan ini difasilitasi Pupuk Kaltim selaku anak usaha Pupuk Indonesia, atas mandat langsung Kementerian BUMN, dengan memberi kesempatan bagi peserta terpilih untuk mengenal budaya serta ragam potensi yang ada di Sebatik.

Mengunjungi dan menanam Pohon Mangrove di kawasan konservasi Mangrove menjadi salah satu kegiatan Siswa Mengenal Nusantara saat berkunjung ke Pulau Sebatik. (foto : 1st)

Seleksi peserta SMN terbilang ketat, didasari berbagai kategori penilaian, di antaranya pengetahuan umum, wawasan nusantara dan budaya, prestasi akademik, hingga prestasi lain seperti kesenian dan olahraga.

Dijelaskan Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat, program SMN telah berjalan selama 4 tahun, dengan tujuan untuk menanamkan rasa bangga dan cinta tanah air kepada siswa-siswi SMA dan SLB sejak dini. Selama program SMN, para peserta diajak ke berbagai destinasi untuk melihat kekayaan serta potensi yang dimiliki Indonesia.

“Salah satunya wilayah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), yang kali ini kami fokuskan di Sebatik, Kaltara,” ujar Aas.

Para peserta SMN asal ibukota negara ini dilepas Menteri BUMN Rini Soemarno, di Gedung Telkom, Jakarta, Kamis (10/8/2018), sekaligus menerima peserta SMN asal Kaltara sebagai siswa pertukaran yang juga ikut pada program ini.

Didampingi tim dari Pupuk Kaltim, puluhan peserta SMN asal Kaltara pun mengenalkan sekilas budaya daerah, sekaligus memberikan kalung dan topi khas Dayak kepada Menteri Rini.

Menteri Rini memberi apresiasi atas pelaksanaan SMN oleh Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia melalui program BUMN Hadir untuk Negeri. Dia berharap para peserta dapat menggali wawasan serta berbagai potensi lain selama program dilaksanakan, sehingga bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

“Semoga melalui program SMN ini siswa-siswi pilihan dari Kaltara maupun DKI Jakarta, mendapat banyak pengalaman baru dan memperluas wawasan, serta bisa menjadi inspirasi anak muda lainnya di Indonesia,” harap Menteri Rini.

Tingginya antusias peserta SMN asal DKI Jakarta selama berada di Kaltara, tampak dari semangat para siswa saat mendatangi berbagai destinasi di kawasan perbatasan RI – Malaysia tersebut. Di antaranya Museum, Konservasi Mangrove dan Bekantan, serta Rumah Kreatif BUMN di Tarakan. Selain juga menjalani program “Dua Hari Bersama TNI” guna membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air.

Satu pengalaman yang tak dilupakan para peserta adalah menempuh tujuh jam perjalanan menggunakan Kapal Kalbunyu milik TNI AL, dari Tarakan menuju Sebatik. Seperti Febby Arianti (16), peserta SMN asal SMA 72 Jakarta ini mengaku baru pertama kali menaiki kapal milik TNI AL, dengan ombak yang terbilang kencang. Namun begitu, dia menilai pengalaman tersebut merupakan hal berharga yang mungkin tak akan lagi dia dapatkan.

“Ini pengalaman pertama saya naik speedboat hampir 7 jam. Saya dan teman-teman ingin segera tiba di Sebatik, karena ingin melihat yang katanya ada rumah dengan ruang tamu di Indonesia tapi dapurnya di Malaysia,” tutur Febby.

Tiba di Sebatik, para peserta SMN langsung menuju tugu NKRI, sebagai tugu perbatasan Indonesia dan Malaysia. Dilanjutkan mendatangi Patok Tiga yang merupakan patok perbatasan langsung kedua negara, ditandai Bendera Merah Putih.

Mereka juga berbagi akomodasi di rumah warga yang menjadi tempat tinggal selama di Sebatik.

“Sebelumnya hanya mendengar berita saja mengenai perbatasan Indonesia, sekarang saya bisa merasakan dan melihat langsung, jadi senang rasanya. Pengalaman ini akan saya ceritakan ke teman-teman di sekolah nanti,” papar Hagya Parama Rizky (16), peserta SMN dari SMAN 1 Jakarta.

Sebatik merupakan destinasi terakhir para peserta program SMN di Kaltara, dengan puncak kegiatan mengikuti upacara Hari Kemerdekaan Ke-73 RI bersama Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia, serta masyarakat Sebatik di Lapangan Aji Kuning. Dirangkai berbagai kegiatan seperti jalan sehat 5K, Pameran UMKM, dan Lomba Rakyat yang juga diikuti antusias seluruh peserta. (*/vo/nav/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password