Kecewakan Konsumen, Tiki Samarinda Terancam Digugat

Anthony Sianipar dengan Istri. (foto : ist)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Anthony Sianipar, seorang pengacara senior di Samarinda terpaksa harus menanggung malu akibat ulah jasa pengiriman barang (Gerai Tiki) yang menjalankan kinerjanya tidak profesional.

Kepada Wartawan di Pengadilan Negeri Samarinda, Rabu (8/8/2018), Anthony mengaku sangat malu dan kecewa lantaran barang penting yang ia kirim, Selasa 31 Juli 2018 melalui jasa Tiki di Jalan Juanda 8 Samarinda dengan tujuan Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi, mengalami keterlambatan alias tidak sesuai waktu yang dijanjikan.

Keterlambatan pengiriman barang ini sangat dinantikan oleh keluarga Anthony yang akan melangsungkan pesta pernikahan, Senin tanggal 6 Agustus 2018. Alhasil barang tersebut gagal digunakan karena tiba di tempat tujuan sehari setelah acara diselenggarakan.

“Tentunya saya sangat kecewa dan merasa keberatan dengan keterlambatan ini, padahal janjinya hanya 3 atau 4 hari, faktanya tiba di tempat tujuan sampai 7 hari, ” ungkap Anthony menceritakan dengan nada kesal.

Selaku konsumen pemakai jasa, pria berdarah Batak ini kemudian mendatangi kantor gerai Tiki di Jalan Juanda 8 untuk menanyakan terkait keterlambatan barang tersebut.

Di sana, Anthony mengaku bukannya mendapat penjelasan yang memuaskan oleh pemilik gerai Tiki, tapi kehadirannya justru dianggap melakukan intimidasi.

“Saya selaku konsumen komplain dong, lah koq malah dianggap melakukan intimidasi,” ujar Antoni.

Kendati sempat terjadi cekcok antara Anthony dan pemilik gerai Tiki, akhirnya masalah inipun mereda setelah Pimpinan Tiki di Jalan Slamet Riyadi Samarinda meminta maaf kepada Anthony dan akan menyelesaikan masalah ini.

“Saya sudah ditelpon oleh pimpinan Tiki di Jalan Slamet Riyadi dan Jambi. Mereka minta maaf atas kejadian ini dan intinya mau bertanggung jawab,” ujarnya.

Kendati demikian, Anthony berencana akan menempuh jalur hukum apabila dalam masalah ini pihak Tiki tidak punya etikad baik untuk menyelesaikannya.

“Masalah ini tidak cukup hanya dengan minta maaf saja,” tegas Antoni.

Terkait masalah ini, Dedi pihak gerai Tiki jalan Juanda yang dikonfirmasi wartawan, Rabu (8/8/2018) sore mengaku keterlambatan pengiriman tersebut bukan murni kesalahannya. Tapi ada sistem estimasi waktu yang sudah diterapkan pihak Tiki terhadap gerai jasa pengiriman barang yang dia kelola.

“Di sini kita hanya sebagai gerai saja dari pihak Tiki, estimasinya sampai ke tempat tujuan sudah ditentukan dari pihak Tiki, makanya kami berani menjanjikan seperti itu,” terang Dedi.

Sementara itu, Dede Indra Kepala opersional Tiki wilayah Samarinda yang ditemui Wartawan di Kantornya di Jalan Slamet Riyadi mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan costumer atas nama Anthony Sianipar.

Dalam masalah ini pihaknya mengaku salah dan meminta maaf atas kejadian ini. Soal keterlambatan pengiriman diakuinya memang pernah terjadi. Tapi Ini baru pertama kali ada costumer yang komplain.

Biasanya menurut Indra, pengiriman barang yang terlambat sampai tujuan ada biaya asuransinya yang disebut ONS atau pengembalian ongkos kirim kepada costumer.

Untuk kasus Anthony, kendala yang terjadi adalah pengiriman barang ke tempat tujuan dimaksud yang masuk wilayah Batanghari hanya seminggu sekali, karena daerah tersebut merupakan daerah terpencil.

Selain itu lanjut Indra, pihak Tiki Jambi setelah barang milik pak Antoni ini tiba tanggal 1 Agustus 2018, tidak melakukan koordinasi.

“Seharusnya pihak Tiki koordinasi kepada kami atau kepada pihak penerima barang sehingga barang tersebut bisa tiba tepat waktu,” terang Indra.

Disinggung soal gugatan hukum yang akan ditempuh Anthony kepada pihak Tiki, Indra mengaku tak berani menanggapinya.

“Soal itu bukan wewenang saya mas, silahkan tanyakan saja kepada pimpinan kami,” ujar Indra lebih lanjut. (ib/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password