Pupuk Kaltim Reintroduksi Seribu Anggrek Hitam ke TNK

Bagya Sugihartana (4 Kiri) dan Kasmidi Bulang (6 kiri) saat serah terima pengembalian Anggrek Hitam ke habitatnya di sela agenda Wana Rally Kutai XII. (foto : 1st)

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur terhadap konservasi keanekaragaman hayati, kembali ditunjukkan melalui reintroduksi 1.000 Anggrek Hitam hasil pengembangan secara kultur jaringan di laboratorium perusahaan, kepada Balai Taman Nasional Kutai (TNK).

Pengembalian Anggrek Hitam ke habitat alami ini ditandai serah terima dari Direktur Produksi Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana, kepada Kepala Balai TNK Nur Patria Kurniawan, di sela agenda Wana Rally Kutai XII. Disaksikan Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, di area konservasi TNK Sangkima Kabupaten Kutai Timur, Sabtu (4/8/2018).

Bagya Sugihartana. (foto : 1st)

Dijelaskan Bagya Sugihartana, selain bukti komitmen Perusahaan terhadap konservasi keanekaragaman hayati, upaya pelestarian Anggrek Hitam yang selama ini dilaksanakan Pupuk Kaltim dianggap belum lengkap, jika bibit hasil pengembangbiakan tidak dikembalikan ke habitat alaminya.

Hal itu mengingat Anggrek Hitam merupakan salah satu tanaman asli Kalimantan Timur, yang kini diambang kepunahan. Dan perusahaan bertanggungjawab untuk pelestariannya, agar keberadaaan Anggrek Hitam dapat terus dipertahankan.

“Pupuk Kaltim peduli terhadap kelangsungan hidup Anggrek Hitam agar populasinya tetap terjaga. Hal ini yang mendasari konservasi dan pengembangan yang kami lakukan melalui metode kultur jaringan di laboratorium perusahaan,” ujar Bagya.

Melalui agenda ini diharap Bagya, masyarakat dapat menyadari pentingnya menjaga keberadaan Anggrek Hitam, serta mampu menekan aktifitas penjualannya secara illegal. Agar populasinya tetap terjaga.

Sebab Anggrek Hitam telah dikategorikan sebagai flora terancam punah yang dilindungi, dan dilarang diperdagangkan secara bebas. Kecuali hasil penangkaran sesuai Peraturan Pemerintah nomor 07 tahun 1999.

“Kepunahan Anggrek Hitam di alam bebas tentunya menjadi kerugian besar bagi keanekaragaman hayati Indonesia. Inilah yang diantisipasi Pupuk Kaltim melalui Reintroduksi bersama Taman Nasional Kutai,” lanjut dia.

Dan sebagai Mitra TNK selama 23 tahun, Pupuk Kaltim kata Bagya, akan terus mendukung kegiatan konservasi keanekaragaman hayati, yang selama ini dilaksanakan perusahaan secara berkesinambungan. Seperti penurunan terumbu buatan di area Tobok Batang dengan komitmen 500 unit per tahun, penanaman Mangrove di perairan Kedindingan dan HGB 65 Kota Bontang, serta konservasi Rusa Sambar di HP 01.

“Pupuk Kaltim tak hanya berfikir profit dalam aktifitas bisnis yang dilaksanakan, tapi juga peduli terhadap pelestarian alam dan lingkungan sekitar. Ini menjadi komitmen perusahaan yang tidak bisa ditawar,” kata Bagya.

Reintroduksi Anggrek Hitam dari Pupuk Kaltim disambut antusias Nur Patria Kurniawan, yang menyebut upaya ini sebagai langkah positif perusahan dalam membantu pihaknya mempertahankan populasi dan pemulihan ekosistem Anggrek Hitam di kawasan TNK.

Apalagi setelah kebakaran yang melanda TNK pada 2015 lalu, seluruh Anggrek Hitam yang ada di area konservasi Sangkima dinyatakan habis, dan satu-satunya lokasi yang masih memiliki tanaman tersebut hanya Cagar Alam Kersik Luway di Kabupaten Kutai Barat.

“Tapi dengan bantuan Pupuk Kaltim, area konservasi TNK Sangkima bisa kembali mendapatkan Anggrek Hitam. Kami ucapkan terima kasih atas upaya perusahaan untuk pemulihan ekosistem tanaman langka ini,” ucapnya.

Ke depan, TNK berencana memanfaatkan Anggrek Hitam sebagai ikon wisata edukasi bagi masyarakat. Dengan memperkenalkan kembali setelah pemulihan di sepanjang area koservasi. Apalagi tahun depan, Pupuk Kaltim juga berkomitmen me-reintroduksi 1.000 tambahan bibit baru Anggrek Hitam ke TNK.

“Nanti kita bisa menikmati saat mekar Anggrek Hitam yang hanya 4 hari dalam setahun di TNK. Ini akan kami upayakan maksimal, agar populasinya bisa terus terjaga,” tambah Nur Patria.

Senada, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang mengapreasiasi upaya Pupuk Kaltim yang menginisiasi pelestarian Anggrek Hitam, melalui kultur jaringan dan reintroduksi 1.000 bibit ke Balai TNK.

Iapun mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Timur dapat berbuat serupa Pupuk Kaltim, dengan turut berpartisipasi menjaga pelestarian alam dan lingkungan. Sehingga keanekaragaman hayati yang dimiliki bumi Kalimantan Timur bisa terus terjaga kelestariannya.

“Saya harap semua perusahaan baik tambang maupun perkebunan bisa berbuat seperti Pupuk Kaltim. Paling tidak apa yang kita punya di Kalimantan Timur bisa terjaga, serta menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke sini (Kaltim),” tutur Kasmidi. (*/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password