Sungai Mariam Membara, Dini Hari Kebakaran Hanguskan Puluhan Rumah

Warga berjuang memadamkan api yang tengah berkobar. (foto : 1st)

DETAKKaltim.Com, ANGGANA : Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan hunian padat penduduk di  Jalan Sungai Mariam Ulu, RT 13 dan 14, Desa Sungai Mariam, Kecamatan Anggana, Kutai Kartangera, Minggu (15/7/218) sekitar Pukul 02:30 Wita.

Menurut keterangan para saksi, pada Pukul 02:00 Wita melihat rumah H Tora dan rumah H Aspul sudah terbakar dan api sudah membesar.  Kemudian warga berusaha memadamkan api tersebut dengan memakai peralatan seadanya, dan dibantu oleh BPBD Anggana. Akan tetapi api sudah menghanguskan beberapa rumah warga yang mayoritas terbuat dari Kayu Ulin.

Seorang warga menunjukkan puing-puing bekas kebakaran. (foto : 1st)

Menurut Keterangan para saksi, pada saat itu pertama kali angin bertiup kencang ke arah timur dan kemudian berbalik  ke arah barat, sehingga api menjalar ke rumah warga yang berjajar di pinggir Perairan Sungai Mahakam. Sekitar Pukul 03:20 Wita, datang bantuan Mobil Petugas Pemadam dan Balakar dari Kota Samarinda, kemudian Api dapat di Padamkan sekitar Pukul 04:30 Wita.

Meski tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun informasi awal menyebutkan setidaknya ada 15 buah rumah hangus terbakar termasuk rumah bangsalan 15 pintu, dan 6 rumah lainnya mengalami kebakaran pada bagian dinding.

Masih menurut keterangan para saksi, api diduga akibat korsleting arus listrik di lantai 2 rumah Hj Tora. Proses pemadaman kebakaran rumah warga tersebut, selesai sekitar Pukul 04:50 Wita.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Jamaluddin, Ketua RT 13 membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan data terakhir yang dipegangnya, ada sekitar 41 rumah yang hangus terbakar. Para korban saat ini berkumpul di Masjid yang ada di kawasan tersebut.

“Api diperkirakan dari listrik yang korslet di loteng sebuah rumah. Api berasal dari atas rumah, kayaknya korslet karena itu langsung menyala,” ungkap Jamaluddin saat dihubungi DETAKKaltim.Com sekitar Pukul 11.25 Wita.

Meksi kawasan itu berada di pinggir Sungai Mahakam, namun saat kejadian, kata Jamaluddin, air tengah surut sehingga menyulitkan pemadam kebakaran ditambah lagi jalanan sempit. Beruntung ada bantuan pemadam kebakaran dari Perusahaan Total Indonesia.

“Kalau tidak ada, habis itu sampai ke hulu,” jelas Jamaluddin.

Disinggung soal bantuan pemerintah saat ini terhadap para korban, Jamaluddin mengatakan sudah ada bantuan berupa makanan dan pakaian.

Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai miliran rupaih. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password