Dituding Awang Lakukan Money Politics, Isran : “Keindahan dan Seni”

Isran Noor didampingi Aji Sofyan Alex saat menggelar jumla Pers. (foto : LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Isran Noor, calon Gubernur yang berpeluang besar menggantikan Awang Faroek Ishak sebagai Gubernur Kaltim setelah sejumlah perhitungan cepat (Quick Count), yang digelar lembaga survey menempatkannya sebagai peraih dukungan suara terbanyak pada pemilihan Kepala Daerah lalu, menanggapi sejumlah informasi negatif yang disebutnya sebagai suatu “keindahan seni” yang tengah berkembang di masyarakat Kaltim saat ini.

Kepada sejumlah awak media yang bertandang ke White House, sebutan untuk kediaman Isran yang didominasi warna putih, dengan gaya berkelakar ia mengatakan akhir-akhir ini ada “keindahan dan seni” yang muncul pasca Pilkada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim dari berbagai sumber, termasuk saat digelarnya Forum Group Discussion (FGD) yang digagas Pemprov Kaltim di mana Gubernur Kaltim sebagai key note speaker.

Dalam kegiatan tersebut, kata Isran, disebutkan ada kesan tuduhan money politics terjadi pada saat Pilkada yang kelihatannya ditujukan kepada Paslon nomor 3. Dan baginya, tidak ada masalah dan dia meminta (timnya) untuk tidak mengurus itu.

“Bagi saya ndak ada masalah, saya itu baru ada masalah ketika itu benar. Kalau ndak benar, saya ndak ada masalah,” jelas Isran, Jum’at (6/7/2018) pagi.

Iapun mengaku tenang atas tudingan yang dialamatkan kepada Paslon nomor 3, karena hal itu tidak benar. Ia juga menampik informasi yang berkembang tentang uang satu kontainer dalam bentuk pecahan Dolar Singapura yang disebutkan Awang Faroek. Menurutnya, informasi tersebut juga merupakan “seni dan keindahan”.

Isran yang menilai pelaksanaan Pikada ini berlangsung sangat baik, menegaskan bahwa Paslon nomor 3 tidak ada bagi-bagi uang, apa lagi Sembako, Sarung ataupun Baju Batik.

Menjawab pertanyaan Wartawan terkait sejumlah proyek yang saat ini tengah berjalan pembangunannya, Isran mengatakan tidak bermaksud menghentikannya. Namun akan mengevaluasi skala prioritasnya, dan bagaimana proyek seperti Jalan Tol mendapatkan dana bantuan dari Pemerintah Pusat, bukan menggunakan dana APBD.

“Saya akan memperjuangkannya ke pusat, seperti juga Pemerintah Pusat membangun infrastruktur yang ada di Pulau Jawa,” tegas Isran.

Terkait pembangunan hotel dan masjid di Lapangan Kinibalu, menjawab pertanyaan Wartawan, Isran mengatakan persentasenya lebih banyak dibatalkan. Menurutnya, tidak ada hotel dibangun di dekat masjid kecuali di Makkah dan Madinah. Kalaupun ada masjid di dekat hotel berdiri, itu karena hotelnya sudah berdiri duluan. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password