Tampil Meyakinkan di “Kupas Kandidat”, Rusmadi-Safaruddin Dinilai Pasangan Ideal

Rusmadi bersama Siti Zuhro di TVRI Pusat. (foto : 4TM)

DETAKKaltim.Com, JAKARTA : Tampil meyakinkan dalam acara “Kupas Kandidat” dalam program Stasiun TVRI Pusat yang disiarkan secara nasional, Kamis (7/6/2018), pasangan Rusmadi Wongso – Irjen Pol (Purn) Safaruddin disebut sebagai pasangan ideal oleh Prof Dr R Siti Zuhro, pakar politik dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

“Ini pasangan ideal. Ada  background (latar belakang, red) Sekda dan Polda. Luar biasa. Satunya paham perencanaan dan satunya lagi menjaga keamanan dan stabilitas Kalimantan Timur,” ucap Siti Juhro.

Sebelum bertanya, di layar televisi ditampilkan Indek Demokrasi tahun 2011-2016. Ada 3 garis yang menunjukkan angka-angka terkait indek aspek politik, hak-hak sipil dan yang ketiga menyangkut institusi demokrasi lokal. Di situ terlihat adanya trend penurunan, yang menurut istilah Siti Zuhro kurang tinggi. Angka indek aspek institusi demokrasi lokal menunjukkan 60,36. Padahal di daerah lain sudah 78 lebih.

“Tadi kita melihat indek demokrasi di Kaltim. Saya ingin bertanya, dalam konteks institusi demokrasi, tidak hanya DPRD tetapi birokrasi sebagai mesin penggerak pembangunan di Kalimantan Timur itu penting sekali. Dalam konteks itu saya ingin dijelaskan, bagaimana kinerja sesuai dengan Tupoksi sebagai Gubernur jika lulus nanti dalam menggerakkan institusi Pemerintahan Kapupaten dan Kota-Kota?.

Menjawab pertanyaan itu, Rusmadi mengatakan persoalan yang dihadapi selama ini adalah pembangunan oleh Pemerintah Provinsi dan pembangunan oleh Pemerintahan Kabupaten/Kota.  Pembangunan itu bukan saja tanggungjawab Pemerintah Provinsi, tapi juga tanggungjawab Pemerintahan Kabupaten/Kota. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota harus tunduk pada perencanaan Pemerintahan Pusat maupun Provinsi, baik jangka panjang maupun jangka pendek, sehingga target-target itu bisa dicapai sesuai keinginan perencanaan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi,” ujar Rusmadi.

Belum selesai dengan jawaban itu, Siti Zuhro langsung mencecar pertanyaan baru;

“Baik, kalau dievaluasi pemerintahan yang lalu, apakah sinerji itu antara Pemprov dan Pemkab/Pemkot sudah berjalan?,”

Rusmadi menjawab bahwa dalam 10 tahun ini sudah terlihat ada sinergi itu. Dia menunjukkan IPM (Indek Pembangunan Manusia) Kaltim yang mencapai posisi ketiga setelah Jakarta dan Yogyakarta. Menurut Rusmadi, hasil itu merupakan indikasi adanya sinerji Pemerintah Provinsi dalam bidang pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten/Kota.

Pertanyaan ketiga Siti Zuhro menyangkut Reformasi birokrasi.

“Kok kayanya kurang kencang di Kaltim, bagaimana reformasi birokrasi yang inovatif ini?” tanyanya.

Menurut Rusmadi, Kaltim tahun 2016 menerima penghargaan dari ORI (Ombusman Republik Indonesia) terkait Standar Pelayanan Publik. Bahkan di peringkat Kedua se-Indonesia setelah Jawa Timur. Tapi, rupanya Siti Zuhro menginginkan jawaban lain dari pertanyaannya, yakni menyangkut inovasi birokrasi.

“Apakah Kaltim mendapat penghargaan dari Kemenpan menyangkut inovasi birokrasi?” Tanya Siti Zuhro, yang langsung dijawab jujur oleh Rusmadi bahwa Provinsi Kaltim belum pernah dapat penghargaan itu.

“Terima kasih, itu jawaban jujur,” kata Siri Zuhro.

Soal inovasi birokrasi, semasa dia menjadi Sekretaris Daerah Pemprov Kaltim menempuh langkah-langkah untuk menaikkan pendapatan dari pajak kendaraan bermotor. Karena ada tunggakan pajak kendaraan bermotor mencapai Rp350 Miliar, maka dilakukan upaya agar masyarakat mau membayar.

Caranya, menurut Rusmadi, jika menunggak selama 5 tahun misalnya, pemerintah hanya mewajibkan melunasinya untuk 2 tahun. Sedangkan yang tiga tahunnya diputihkan.

“Alhamdulilah dari inovasi seperti itu pemerintah bisa menarik sekitar Rp150 Miliar dari sektor pajak kendaraan bermotor,” ucap Rusmadi. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password