Banjir dan Kandidat, Musyahrim : Paslon Nomor 4 Berani dan Tegas

Dr.Musyahrim. (foto:Melisa)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Meski sudah berlangsung sepekan, tapi soal Debat Publik Pilgub Kaltim yang disiarkan secara nasional oleh iNews TV masih juga menjadi pembicaraan. Khususnya di kalangan cendikiawan Kaltim, seperti Musyahrim, mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur.

“Acara debat diadakan kan untuk ajang dan panggung penunjukan potensi diri calon pemimpin. Bukan sekadar acara dan atau kegiatan yang menggugurkan kewajiban konstitusional yang digagas oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujar Musyahrim, Rabu (16/5/2018).

Musyahrim tidak berniat membangun piramid diskriminasi  kandidat, masing masing Paslon memiliki keunggulan dan kekurangan masing masing.

”Namun Paslon 4, menurut saya  Rusmadi-Safaruddin berjiwa muda,” jelasnya.

Maksud Musyahrim ada karakter kebapakan dan sikap seorang pemimpin yang matang dalam bersikap dan bertindak pada Rusmadi, yang kelahiran Samarinda 30 Oktober 1962. Namun dia berjiwa muda, sigap dan siap mengikuti irama muda, yang berfikiran maju dan kekinian.

”Contohnya penanganan banjir di dua kota besar Kalimantan Timur, yakni Samarinda dan Balikpapan. Kandidat lain tak ada yang berani memasang garansi penanganan banjir yang sistimatis, semua normatif dan terkesan retorik,” tambahnya.

Sementara Rusmadi-Safaruddin, maju dengan sejumlah gagasan. Bahwa penanganan banjir bukan semata mata soal keteknikan, tapi aspek sosial budaya perlu dijadikan sandaran teori penanganan konflik di balik banjir.

“Mungkin sebagian orang menilai banjir adalah persoalan teknis, tapi jika dilihat lebih dalam banjir juga persoalan nonteknis, sosial, ekonomi, budaya, bahkan kesejarahan,” tambah dia.

Banyak penyelenggara pemerintahan di Kaltim yang bias dalam mendefinisikan banjir yang disebut kejadian di luar kebiasaan, seperti yang dialami oleh Kota Samarinda beberapa waktu terakhir.

Bahwa ada 4 jenis banjir yang dikenal di bumi. Pertama banjir air. Jenis ini adalah  banjir  yang biasa terjadi.  Dengan penyebab utama meluapnya air di sungai, danau, atau di selokan sehingga air akan naik menggenangi daratan. Pada umumnya banjir air disebabkan dari hujan terus-menerus yang membuat sungai, danau atau selokan tidak dapat menampung air.

Kedua banjir bandang. Jenis banjir ini  adalah banjir yang menyertakan atau mengangkut air dan lumpur. Ketiga banjir lumpur. Jenis banjir ini, adalah banjir yang mirip banjir bandang akan tetapi lumpurnya keluar dari dalam bumi dan mengenangi daratan.

“Paslon 4 yang berani dengan tegas menempatkan penanganan banjir dalam kerangka besar Dasacita, aspek ke sembilan dengan konsentrasi utama normalisasi drainase dan pembangunan bendali di dua kota,” kata Musyahrim. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password