Debat Kandidat Pilgub Kaltim, Rusmadi Vs Isran Soal Lingkungan

Rusmadi-Safaruddin dalam debat kandidat kedua di Stasiun TV iNews. (foto:4TM)

DETAKKaltim.Com, JAKARTA : Aura Rusmadi sebagai Gubernur Kaltim yang paling layak di antara kandidat lain kian terlihat bercahaya ketika menyampaikan pandangannya soal isu lingkungan. Seperti dalam Debat Publik Pilgub Kaltim edisi kedua yang berlangsung di Studio iNews TV, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Dalam debat itu, Rusmadi mampu mengurai adanya ancaman kerusakan yang berat ketika Karst di Sangkulirang, Kutai Timur dirayu oleh pengusaha untuk dieksploitasi.

Ketika itu pasangan Rusmadi-Safaruddin mendapat “jatah” dari presenter iNews untuk bertanya kepada kandidat Pilgub nomor 3 Isran Noor. Waktu yang terbatas itu dengan cerdik dimanfaatkan Rusmadi untuk bertanya soal pandangan mantan Bupati Kutai Timur itu dalam memanfaatkan potensi Karst Sangkulirang Mangkalihat untuk menggerakkan ekonomi daerah setempat.

Isran Noor langsung menjawab, dirinya yang memberi Izin Usaha Pertambangan (IUP) di daerah tersebut. Tetapi, katanya, tidak masuk dalam Karst. “Aku yang beri IUPnya,” katanya.

Jawaban Isran Noor itu rupanya yang ingin dipertegas Rusmadi. Maka, ketika giliran Rusmadi menanggapi jawaban Isran, dikatakannya bahwa setiap investasi yang masuk seperti izin pabrik semen harus hati-hati dikeluarkan terutama dampak lingkungannya.

“Potensi karst Sangkulirang Mangkalihat ini sangat besar yang memiliki agroekosistemnya 1,68 juta itu hanya miliki bentang utama 307,8 ribu hektar. Tetapi pengalaman kita  berisiko lingkungan tentu kita perlu kehati-hatian, dari aspek lingkungan,” kata Rusmadi.

Sebelumnya, Rusmadi juga melempar pertanyaan tentang Kaltim Green kepada Syaharie Jaang. Saat itu, Rusmadi menegaskan dirinya ketika Gubernur Kaltim akan tegas lakukan reklamasi lubang-lubang tambang di Samarinda.

Ketegasan Rusmadi yang ingin reklamasi berbeda dengan Jaang yang masih mau mempertimbangkan permintaan pihak lain, untuk menjadikan lubang tambang sebagai sumber air bersih dan lahan perikanan di Kota Samarinda.

Rusmadi dalam kesempatan silaturrahmi ke masyarakat juga terus menjelaskan visi misi tentang lingkungan. Salah satunya, dengan menargetkan memberikan lahan perhutanan sosial 600 ribu hektar.

Perhutanan sosial ini sudah berhasil dijalankan Rusmadi saat menjabat Kepala Bappeda Kaltim dan Sekda. Dimana pada tahun lalu, ia telah menyerahkan sertifikat lahan perhutanan sosial di Berau.

“Ada 4 kampung saya serahkan SK (Surat Keputusan) Hutan Desa atau Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) di Berau pada tahun lalu,” ujar Rusmadi ketika menghadiri perayaan adat Lomplai di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Kongbeng, Kabupaten Kutai Timur beberapa waktu lalu.

Rusmadi juga mendapat kepercayaan warga Balikpapan untuk mengatasi banjir di kota tersebut. Ia mampu menjawab masalah banjir di daerah itu yang disebabkan masifnya pembukaan lahan perumahan, akibat izin dari pemerintah daerah tersebut.

Salah satu warga Balikpapan, Markoni, Yudi (42) meminta Rusmadi nanti menjabat Gubernur Kaltim agar menyelesaikan persoalan banjir yang sangat parah di Balikpapan.

“Hujan gerimis sebentar saja sejam sampai tiga jam, Balikpapan sudah banjir di Jl MT Haryono dan Beler,” kata Yudi saat bertemu Rusmadi pada kegiatan Car Free Day di Lapangan Merdeka beberapa waktu lalu.

Selain masalah banjir, Yudi berharap Rusmadi juga turut membantu memulihkan Teluk Balikpapan yang tercemar akibat tumpahan minyak.

Rusmadi kepada setiap masyarakat di Kaltim agar berjuang bersama membangun Desa dan Kota. Karena, tanggung jawab pembangunan tak hanya seorang Gubernur. Tapi juga tanggung jawab Bupati dan Wali Kota serta masyarakat.

“Saya minta masyarakat di sini bersama-sama berjuang. Saya tak bisa sendiri memajukan Kaltim. Bapak ibu juga turut berdosa kalau salah pemimpin Kaltim. Jadi, jangan sampai salah nanti tanggal 27 Juni 2018, pilih nomor 4,” kata Rusmadi dalam setiap kampanye.

Isu lingkungan menjadi bagian penting visi dan misi Rusmadi-Safaruddin. Bahkan sudah disebut-sebut di Kaltim Bermartabat, yakni berdayasaing, mandiri, aman, sejahtera dan berkelanjutan. Kata berkelanjutan itu menekankan bagaimana sisi pandang Rusmadi-Safaruddin, bahwa yang kelak mereka lakukan dalam pembangunan, selalu dipikirkan untuk menunjang berkelanjutan.

Indikator keseriusan pasangan nomor 4 ini terhadap masalah lingkungan juga dinyatakan dalam Dasacita. Dalam 10 program tersebut Rusmadi-Safaruddin mencantumkan “Kaltim Lestari”. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password