Kasus Bansos Rp18 M, JPU Hadirkan 6 Orang Saksi

Keenam saksi memberikan keterangan di hadapan Majelis Hakim. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur yang dipimpin Hongkun Otoh SH MH dengan Hakim Anggota Burhanuddin SH MH dan Ukar Priyambodo SH MH, kembali menggelar sidang perkara dugaan korupsi yang menyeret Thomas Susadya Sutedjawidjaya dan Fathurrakhman ke kursi terdakwa, Kamis (26/4/2018).

Thomas Susadya Sutedjawidjaya dalam kedudukannya sebagai penerima bantuan dana hibah melalui 3 yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, masing-masing Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera, Yayasan Pendidikan Permata Bumi Sendawar, dan Yayasan Pendidikan Sekar Alamanda.

Sedangkan Fathurrakhman yang menjabat selaku Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim, didakwa dalam kedudukannya sebagai Ketua Tim Visitasi, Monitoring, dan Evaluasi Pemberian Dana Bantuan Hibah dan Bantuan Sosial Provinsi Kalimantan Timur.

Pada sidang kali ini, 6 orang saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Erlando Julimar SH dari Kejaksaan Negeri Kutai Barat, masing-masing Martina, Andi Kusumadaya, Yulius Chin, Liliana Tan, Toni, dan Budiono. Keenamnya merupakan pemilik toko yang pernah bertransaksi dengan terdakwa Thomas Susadya Sutedjawidjaya.

Menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, Martina, Direktur PT Tirta Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan alat-alat kesehatan mengatakan bertemu dengan terdakwa Thomas sekitar bulan September 2013. Dalam pertemuan tersebut ia diberitahu bahwa terdakwa menerima bantuan dana, namun tidak disebutkan sumber dananya dari mana. Saksipun tidak menanyakan dari mana sumber dana tersebut.

Pembicaraan berlanjut sampai kemudian saksi mengajukan penawaran untuk memasukkan peralatan kesehatan yang dibutuhkan terdakwa. Penawaran dilakukan sampai 2 kali, September dan Desember 2013. Dalam satu pembicaraan disebutkan syarat-syarat pembayaran uang muka 40 persen, kemudian 55 persen, sisanya 5 persen.

Saksi mengatakan sempat menerima pembayaran 2 kali pada bulan Januari 2014 Rp375 Juta dan Juli 2014 seharusnya mendapat pembayaran Rp500 Juta namun hanya mendapat Rp135 Juta. Meski saksi berusaha menagih sisanya namun tidak bisa ditagih lagi karena perjanjian dibatalkan terdakwa. Saksi juga mengatakan telah mengirimkan semua barang sesuai pesanan.

Saat ditanya Ketua Majelis kenapa ini menjadi masalah, saksi mengatakan tidak tahu hanya mendapat surat panggilan dari Kejaksaan. Suara Ketua Majelis sempat meninggi menanyakan kenapa jadi masalah? di Kejaksaan dipanggil di sini (PN-red) dipanggil.

“Kenapa jadi masalah?” tanya Ketua Majelis.

“Saya baca dari koran, ada yang tidak beres itu. Mungkin ada kasus, di sini Tipikor ya berarti mungkin ada kasus korupsi,” jelas saksi.

“Itu yang ibu tahu, ada masalah lain?” tanya Ketua Majelis lagi.

“Tidak,” jawab saksi singkat.

Saksi Andi dalam perkara ini dipanggil sebagai saksi dalam kedudukannya sebagai kontraktor bangunan yang mengajukan penawaran dalam pembangunan Akademi Perawat di Melak sekitar tahun 2013. Menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim, saksi mengatakan sudah mengenal terdakwa sejak lama karena pernah mengerjakan rumah pribadi terdakwa. Sempat memasukkan proposal penawaran lengkap, mulai gambar desain dan RAB lebih Rp2 Miliar.

Meski memasukkan proposal penawaran, saksi mengatakan tidak pernah menandatangani kontrak dan memang tidak dilibatkan dalam pembangunan Akademi Perawat tersebut.

Berita terkait : Kasus Dana Hibah Rp18 Miliar, Saksi : Tiga Yayasan Tidak Memenuhi Syarat

Saksi menerangkan terdakwa pernah mentransfer ke rekeningnya di BCA Rp1.293.000.000. Setelah itu, terdakwa mengambilnya Rp1 Miliar, selebihnya untuk melanjutkan pembangunan sekolah di Batu Cermin, Samarinda. Itupun belum selesai.

“Yang satu miliar digunakan untuk apa, Bapak  tahu?” tanya Ketua Majelis.

“Ndak tahu,” jawab saksi.

Sejumlah pertanyaan masih diajukan Majelis Hakim dan JPU serta Penasehat Hukum (PH) terdakwa kepada saksi-saksi. Pada sidang kali ini terdakwa hanya didampingi Supiyatno SH MH, satu dari tiga PH terdakwa. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password