Debat Calon Gubernur, Solusi Rusmadi Soal Bekas Tambang dan Inflasi

Rusmadi-Safaruddin, pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Kaltim. (foto:4TM)

DETAKKaltim.Com, JAKARTA : Rusmadi, calon Gubernur Kaltim nomor urut 4 menegaskan, ia akan melakukan reklamasi lubang tambang terbuka yang berada di pusat perdagangan dan jasa kota Samarinda ketika terpilih memimpin Provinsi Kaltim.

“Terkait lubang tambang terbuka, perlu kita reklamasi untuk menjadi kota yang betul-betul kota yang nyaman, bukan saja untuk berbisnis tapi juga untuk berusaha, dan untuk kehidupan,” ujar Rusmadi saat menanggapi pernyataan Syaharie Jaang dalam Debat Publik Pilgub Kaltim, Rabu (25/4/2018).

Menurut Rusmadi, kawasan kota Samarinda 70% telah ditambang. Dan, Rusmadi setuju dengan Jaang  pandangan menjaga kawasan hijau dan hutan.

Jaang menanggapi pernyataan Rusmadi yang ingin reklamasi lubang tambang terbuka menjawab bahwa tidak semua lubang tambang di kota Samarinda harus direklamasi.

“Sebagai contoh, ada beberapa lubang tambang pemiliknya mau tutup dan dipindahkan. Tapi, warganya tidak mau. Karena mau dijadikan sumber air, sumber ekonomi termasuk kerambah,” jelas Jaang.

Solusi Inflasi, Rusmadi akan Perbaiki Jalan di Kaltim

Tenang dan bersahaja dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya, Rusmadi menegaskan akan prioritaskan perbaikan infrastruktur jalan di Kaltim agar masyarakat semakin mudah mendapatkan barang dengan cepat, dan harganya murah sehingga inflasi (kenaikan harga) bisa terkendali.

“Faktor infrastruktur jalan, sangat penting. Bagaimana masyarakat dengan waktu cepat memperoleh barang dengan harga murah, kalau jalan tidak kita perbaiki,” jelas Rusmadi menanggapi pertanyaan Syaharie Jaang seputar bagaimana pengendalian inflasi di Debat Publik Pilgub Kaltim Metro TV, Rabu (25/4/2018).

Rusmadi mengakui kondisi geografis Kaltim yang sangat luas daratan 16,5 juta hektar dan laut 12 juta hektar menjadi permasalahan yang dihadapi ketika berbicara pengendalian inflasi.

Selain perbaikan jalan, Rusmadi juga akan mendorong agar kebutuhan pokok seperti sembako seperti beras dan cabe bisa diproduksi sendiri di Kaltim untuk mengendalikan inflasi.

“Karena selama ini Lombok dan Cabe didatangkan dari luar (Kaltim),” katanya.

Mendapat jawaban Rusmadi ini, Jaang tanpa beri tanggapan, kembali langsung bertanya apa yang harus dilakukan Rusmadi ketika Cabe penyebab inflasi yang tinggi di Kaltim.

Rusmadi pun menjawab. “Lahan pertanian di Kaltim ini luas. Agro ekologinya cukup memadai untuk mengembangkan Cabe. Ini perlu didorong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan ibu-ibu juga harus didorong seperti kelompok PKK menanam Cabe, yang penting ada kemauan. Kita mulai saja dari rumah tangga,” katanya.

Karena menurut Rusmadi, ketika cabe langka, akibatnya sangat fatal karena menyumbang inflasi yang sangat tinggi dan menyusahkan masyarakat. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password