4 Pelaku Gendam Dipenjara, Tawarkan Barang Elektronik Murah di Angkot

Keempat terdakwa digiring ke ruang tahanan usai divonis bersalah. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : 4 terdakwa dalam kasus penipuan dengan modus menawarkan barang elektronik berharga murah dari Pulau Batam akhirnya harus merasakan akibat perbuatannya, setelah Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara kepadanya, Kamis (12/4/2018) sore.

Sebelumnya, Arsyad alias Nompo (37), Andi Arul alias Herul (37), Muhmmad Salam alias Bayu (30), ketiganya lahir di Makassar dan Syam (36) lahir di Jeneponto dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendra Sahputra SH Mhum dan Mary Yuliarti SH dari Kejati Kaltim dengan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan, karena berdasarkan fakta persidangan dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan. Sebagaimana didakwakan dalam surat dakwaan melanggar Pasal 378 KUHP junto Pasal 55 ayat (1) Kesatu KHUP.

Meski putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan JPU, namun putusan Majelis Hakim yang dipimpin Budi Santoso SH dengan Hakim Anggota Lucius Sunarno SH MH dan Ir Abdurrahman Karim SH, Hakim pengganti, oleh JPU tetap dinyatakan diterima.

“Terima, sudah lebih dari separuh tuntutan,” sebut Hendra usai sidang digelar.

Kasus ini bermula ketika keempat terdakwa melakukan penipuan, Rabu (7/12/2017), terhadap saksi korban Dahlia Binti H Tutu di Pasar Pagi Samarinda, dengan modus menawarkan barang elektronik murah di dalam angkot yang telah disewa sindikat ini untuk melakukan aksi kejahatannya.

Singkat cerita, saksi korban yang menumpang di dalam taksi pelaku tertarik membelinya. Saat itu, Arsyad yang berpura-pura sebagai pemilik barang elektronik kembali menawarkan perhiasan cincin dengan permata berlian palsu seharga Rp200 Juta. Saksi korbanpun tertarik setelah mendapat masukan dari terdakwa Andi Arul yang mengatakan bahwa perhiasan itu sangatlah murah.

Namun karena uangnya tidak cukup, oleh Arsyad disarankan untuk menukarnya dengan gelang dan cincin emas yang dikenakan saksi korban saat itu. Kesepakatanpun terjadi, saksi korban yang tidak mengetahui jika perhiasan berlian itu palsu lalu menyerahkan perhiasannya yang asli sebelum kemudian disuruh turun di Jalan Dr Soetomo untuk ganti taksi.

Keempat terdakwa kemudian berhasil ditangkap di Balikpapan oleh Anggota Opsnal Jatanras Polda Kaltim, Minggu (10/12/2017) sekitar Pukul 03:00 Wita hingga Pukul 03:30 Wita saat mencoba melakukan aksinya kembali di Taman Bekapai.

Penangkapan bermula ketika Tim Opsnal Subdit III/Jatanras Polda Kaltim menerima rekapitulasi kejadian dari Polresta Samarinda, yang menyebutkan secara berturut-turut terjadi penipuan dengan modus gendam. Atas keterangan dari informan diketahui para pelaku berada di Balikpapan dengan posisi di Penginapan Go Sleep di kawasan Jalan MT Haryono.

Dengan dipimpin Kanit Amran, penangkapanpun dilakukan meski hanya ditemukan 3 orang pelaku di tempat tersebut. Kemudian atas informasi dari ketiganya, Muhammad Salam alias Bayu akhirnya bisa dibekuk di Taman Bekapai yang sedang bersiap-siap menjalankan aksinya.

Dalam kasus ini, saksi korban Dahlia Binti H Tutu mengalami kerugian sekitar Rp12 Juta. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password