Longsor di Desa Telemow, Yusran : Penanganan Harus Sesegera Mungkin

Yusran Aspar pimpin rapat bahas longsor di Desa Telemaow. (foto:hms)

DETAKKaltim.Com, PPU :  Bencana tanah longsor terjadi di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Dalam musibah ini  diperkirakan 12 unit rumah ambruk, Rabu (11/4/2018) sekitar Pukul 04:00 Wita.

Memperoleh laporan ini, Bupati PPU Yusran Aspar bersama jajaran terkait di lingkungan Pemkab PPU langsung menggelar pertemuan dalam rangka penanganan bencana tersebut. Dalam kesempatan itu Bupati menetapkan tanggap darurat selama 14 hari di Desa Telemow yang terkena longsor. Pertemuan ini juga diikuti Sekkab PPU, Tohar, Kepala BPBD PPU, Andi Darul dan sejumlah pejabat terkait.

Disebutkan dalam status tanggap darurat yang ditetapkan Bupati PPU, bahwa akan dilakukan langkah-langkah seperti penyediaan bahan pokok untuk pemenuhan kebutuhan pokok para korban bencana. Untuk bantuan ini,  Dinas Sosial akan menyiapkan 200 ton Beras dari stok Beras di Bulog.

Bupati Yusran Aspar mengatakan, untuk tanggap darurat ini akan dilakukan langkah-langkah membantu para korban bencana mulai penanganan kesehatan, bantuan makanan hingga penanganan pengungsian bagi para korban bencana.

“Kita upayakan relokasi bagi korban bencana ini harus segera dilakukan. Kalau mereka mau kami siapkan di Trunen yang akan dibangunkan  rumah-rumah sementara ini, ”  jelasnya.

Dalam pertemuan ini,  Yusran juga meminta agar segera diselesaikan surat keputusan mengenai tanggap darurat agar bisa segera dilakukan penanganan. Dia menegaskan jangan sampai penanganan bencana lamban hanya karena persoalanan surat atau hal lain yang tidak cepat.

“Penanganan bagi korban bencana ini harus sesegera mungkin jangan sampai terlambat, kasihan para korban,” kata Yusran Aspar.

Dalam kesempatan itu, Yusran Aspar juga berterima kasih kepada jajaran BPBD PPU yang telah sigap dalam penanganan bencana di daerah. Ia mengaku bersyukur karena dalam bencana longsor ini tidak menelan korban jiwa, karena BPBD sudah tanggap dalam mengungsikan warga yang rumahnya terkena longsor.

“Kami patut berikan apresiasi kepada jajaran BPBD PPU yang telah tanggap terhadap musibah ini di lapangan. Bahkan sebelum kejadian BPBD kita telah mengetahui tanda-tanda akan terjadinya longsor di wilayah itu, sehingga pihaknya telah mengungsikan warga setempat ke tempat lain,” jelasnya.

Dijelaskan juga bahwa tanggap darurat ini untuk sementara ditangani Pemkab PPU.  Namun bila nanti masih perlu dilakukan penanganan sampai 14 hari,  maka akan disampaikan kepada Pemprov Kaltim untuk ditetapkan tanggap darurat Provinsi.

“Untuk saat ini,  ia meminta agar pemenuhan kebutuhan untuk warga yang terdampak longsor ini bisa disiapkan termasuk beras dan kebutuhan lainnya,” pungkasnya.

Di akhir pertemuan ini, Yusran Aspar dan jajarannya juga langsung bergegas melakukan peninjauan lapangan ke tempat terjadinya bencana tanah longsor dengan menggunakan transportasi laut. (Humas6/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password