Diduga Asmara Retak, Seorang Pemuda Coba Bunuh Diri

Warga sedang melakukan pertolongan kepada SC yang bersimbah darah. (foto:1st)

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Seorang pemuda berinisial SC (22) mendadak hebohkan warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara. Pasalnya, ia mencoba bunuh diri dengan mengiris sejumlah bagian tubuhnya menggunakan sebilah pisau dapur, Rabu (11/4/2018).

Menurut keterangan Ibu SC, TTM menyebut, setelah anaknya itu mengiris tubuhnya langsung lari menuju Jalan Ahmad Yani, tepat di depan Bank Dhanarta. Meski mencoba untuk mengejar, namun upaya tersebut tidak berhasil.

“Saya dan suami mau ngejar tapi ndak kuat. Bahkan saya sudah lepas sendal,” ucapnya sembari menangis tersedu, di RS Amalia Bontang.

Sementara itu, dari keterangan seorang warga yang saat itu melintas di depan Bank Dhanarta, melihat SC berlari ke arah Jalan Imam Bonjol dengan berlumuran darah pada tubuhnya dan tanpa busana. Melihat kejadian tersebut, langsung meminta tolong kepada warga lain untuk mengejar SC.

“Setelah dari Ahmad Yani, menuju Imam Bonjol. Dia berhasil ditahan warga di Jalan Bulu Tangkis Perumahan Bontang Permai.  Tadi itu sekitar Pukul 14:00 Wita,” sebutnya.

Selanjutnya, warga sekitarpun melakukan pertolongan kepada korban dengan memberi sarung untuk menutupi tubuhnya. Menggunakan mobil pick up warga, SC segera dilarikan ke Rumah Sakit Amalia Bontang untuk mendapatkan penanganan.

Dari pantauan DETAKKaltim.Com, korban mengalami luka parah. Sejumlah irisan pisau terdapat di tubuhnya. Mulai dari kedua lengan, perut serta kedua kakinya. Atas irisan itu, darahpun melumuri badannya.

Adapun penyebab SC melakukan hal tersebut, diduga tak kuasa menahan depresi lantaran hubungan asmaranya retak.

“Sejak tiga hari ini memang tingkahnya berubah setelah putus cinta. Tapi tidak tahu penyebab sebenarnya melakukan semua ini,” ucap salah satu keluarga SC yang enggan disebut namanya.

Lanjut dia menjelaskan, pagi tadi SC masih terlihat baik-baik saja. Pandangannya kosong, namun tak mau menceritakan apa yang terjadi pada dirinya.

“Padahal anaknya alim. Mungkin nggak kuat nahan depresinya. Dan kita tidak tahu masalahnya yang sebenarnya,” tukasnya.

Hingga berita ini usai diketik, SC yang diketahui sehari-harinya bekerja di bengkel Fari Ban, masih berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Amalia, untuk mendapat penanganan medis. (arsyad)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password