Menghilang, Kejari Bontang Tetapkan Mantan Direktur Perusda AUJ Tersangka

LED Megatron di Jalan MT Haryono, Kota Bontang yang kini tengah bermasalah. (foto:ars)

DETAKKaltim.Com, BONTANG : Setelah menghilang selama satu tahun, Kejaksaan Negeri Bontang menetapkan Mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa (AUJ) Kota Bontang, Dandi Priyo Anggono sebagai tersangka.

Penetapan Dandi sebagai tersangka atas kasus penyertaan modal pemerintah ke Perusda AUJ tahun anggaran 2015 lalu. Salah satu alat bukti yang menguatkan yakni hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Dandi sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan minta pencekalan,” kata Kajari Bontang Agus Kurniawan, Minggu (8/4/2018).

Dari hasil laporan BPKP, daerah dirugikan sekitar Rp6-7 Miliar dari total penyertaan modal Pemkot Bontang ke Perusda AUJ sebesar Rp16 Miliar lebih. Dijelaskan, status Dandi ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka pada pekan ini, sekaligus masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Bontang.

“Ada bukti keterangan dan audit BPKP. Informasi terakhir, tersangka diketahui tengah bersembunyi di Sidoarjo, Jawa Timur,” ungkapnya.

Selain itu, Tim Penyidik telah berkoordinasi dengan seluruh Kejaksaan se-Indonesia untuk melacak lokasi tersangka. Pihaknyapun meminta laporan bagi warga yang mengetahui lokasi tersangka untuk segera melaporkan ke petugas.

Untuk menghidari tersangka bepergian ke luar negeri. Kejaripun telah meminta bagian imigrasi untuk cegah tangkal (Cekal) tersangka ke luar negeri. Pihaknya optimistis tersangka dapat segera diringkus oleh petugas.

“Informasi terkahir di Sidorjo, kami masih lacak terus lokasinya ke mana Dandi akan berpindah,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus korupsi dana penyertaan modal Rp16 Miliar oleh Perusda AUJ mulai masuk ke meja Kejaksaaan pada tahun lalu, seiring laporan pertanggung jawaban yang tak sesuai. Dana yang digulirkan oleh pemerintah ludes kurun beberapa bulan saja.

Menurut keterangan Dandi sebelum ditetapkan sebagai tersangka, dana tersebut telah dialokasikan ke sejumlah anak usaha Perusda AUJ, di antaranya PT Bontang Transport untuk pembangunan dua unit bengkel masing-masing dikucurkan Rp1 Miliar. Kemudian PT Bontang Investama, untuk pengadaan mega tron dengan harga fantastis sebesar Rp3,9 Miliar.

Sementara itu, setelah kasus ini masuk dalam penyelidikan, Dandi tak dapat ditemui dan dihubungi lagi oleh wartawan. (ars)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password