Plt Ketua PDIP Kaltim, Safaruddin : Kita Berjuang Bersama

Cawagub Safaruddin di Sumber Rejo Balikpapan. (foto:4TM)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN: Pemadaman listrik oleh PLN di beberapa Kota dan Kabupaten di Kaltim, Kamis (5/4/2018) malam, tak menyurutkan semangat warga di Sumber Rejo Balikapan Tengah untuk mendengarkan program Calon Wakil Gubernur, Safaruddin.

“Kita lanjut ya. Biar PLN padam, tapi semangat kita tidak ikut padam. Nanti setelah kami memimpin Kaltim, tidak ada lagi pemadaman seperti ini,” tutur Safaruddin yang disambut yel-yel menangkan nomor 4.

Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu berusaha menyemangati kader-kader PDIP dan juga warga RT 9, Gunung Kawi, Sumber Rejo, bahwa perubahan itu akan datang setelah Rusmadi-Safaruddin menang Pilgub.  Mengenakan baju koko putih, Safaruddin mengajak kader partai banteng bekerja keras memenangkan Pilgub.

Menurutnya, kemenangan dalam Pilgub adalah arena pembuktian pada peristiwa politik berikutnya, yakni pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden.

“Kita berjuang bersama menang dalam ketiga event ini,” ujarnya.

Bagi kader PDI Perjuangan yang tidak bekerja pada Pilgub Kaltim, akan nampak hasilnya dan berpengaruh pada karir politik kader di daerah-daerah itu. Menurut Safaruddin, semangat gotong royong harus diutamakan agar partai mendapat kemenangan.

“Saya memantau semua pergerakan kader PDIP sampai ke desa-desa. Semua harus bekerja,” ujarnya diacara yang berlangsung di kediaman Bendahara DPC PDIP Balikpapan Riri Saswita Diano itu.

Pada kesempatan itu Safaruddin memperkenalkan program yang akan dijalankannya ketika kelak memimpin Kaltim bersama Rusmadi. Dia meminta kader-kader PDIP juga memahami semua program Kaltim Bermartabat dengan Dasa Cita. Hal itu sangat berguna ketika kader turun ke lapangan dan menjelaskan kepada masyarakat.

Salah satu program unggulan Rusmadi-Safaruddin adalah bantuan dana desa sebesar Rp5-10 Miliar. Dana itu digulirkan Pemprov Kaltim, menambah penerimaan desa dari ADD (Alokasi Dana Desa) Pemkab/Pemkot dan Pemerintah Pusat.

“Dana itu bisa dimanfaatkan warga Desa untuk perbaikan lingkungan sampai dengan usaha modal. Jadi, silahkan dikelola warga Desa agar warganya maju,” ujar Safaruddin.

Tentang mati lampu yang membuat tempat acara berlangsung jadi gelap, Safaruddin langsung meminta agar menggunakan lampu dari handphone saja.

“Bagaimana bisa Kaltim yanga kaya dengab Batubara tapi, selalu mati lampu,” ungkapnya di hadapan ratusan warga yang tumplek sampai ke jalan.

Muhlis, seorang warga Gunung Kawi mengaku kesulitan sebagai pengusaha dengan alur birokrasi yang berbelit-belit. Utamanya di perusahaan BUMN, dinilai tidak transparan.

Selanjutnya, masalah lapangan kerja yang masih sulit, termasuk soal kesehatan yang ditangung BPJS.

Safaruddin menanggapi banyaknya masyarakat umur produktif belum mendapatkan pekerjaan memadai. Pihaknya akan melakukan terobosan baru, yakni meminta BUMN dan swasta untuk menerima tenaga kerja penduduk setempat.

Ia mencontohkan Pertamina yanga akan melakukan penerimaan karyawan hingga 25.000 tenaga kerja. Ia akan meminta agar dari tenaga kerja yang diterima dari Kaltim mendapatkan jatah 50 persen. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password