Kecewa dengan Pemerintah, 200 Warga Kelurahan Riko Ancam Tidak Memilih

Abdul Malik (kiri/foto;amran)

DETAKKaltim.Com, PPU : Sekitar 200 orang warga di RT 04, Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mengancam tidak akan menggunakan hak pilihnya pada pemilihan kepada daerah (Pilkada) 27 Juni 2018.

Ancaman ini disampaikan Ketua RT 04 menyusul keluhan warganya untuk mendapatkan layanan perbaikan jembatan yang rusak setelah diterjang banjir beberapa waktu lalu tidak mendapat respon pemerintah. Jembatan tersebut merupakan akses utama warga menuju lahan perkebunan dan pertaniannya.

“Saya tidak akan memilih, dengan warga saya itu kurang lebih 200 orang tidak akan memilih,” kata Abdul Malik saat ditemui DETAKKaltim.Com di kediamannya, Sabtu (31/3/2018).

Selama ini, menurut Abdul Malik, telah mendukung pemerintah. Jadi wajar kalau kemudian juga minta perhatian terhadap kondisi daerahnya yang telah dilanda banjir.

Putusnya akses jembatan ke lahan kebun Sawit warganya menyebabkan Buah Sawit yang ada di dalam kebun tidak bisa diangkut, akibatnya menjadi busuk, tidak bisa dijual.

Meski tidak menuntut untuk dibuatkan secara permanen saat ini, namun ia berharap Pemerintah Daerah dapat memperbaikinya untuk sementara.

“Paling tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, kalau tidak bisa roda enam,” cetusnya.

Dari pengamatan di jembatan yang dikeluhkan tersebut, terlihat tumpukan batang kayu bulat yang dipasang warga agar dapat dilalui kendaraan roda 2.

Dengan panjang sekitar 12 meter, kondisi ini terlihat cukup mengancam keselamatan pengguna jalan yang melintas. Warga harus sangat berhati-hati jika tidak ingin terjatuh dan terperosok ke dalam sungai sedalam 4 meter. (amran)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password