Jalan Rusak Parah, Warga Larang Tronton Lewat

Salah satu ruas jalan yang mengalami kerusakan. (foto:Amran)

DETAKKaltim.Com, PPU : Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari terakhir membuat ruas jalan lintas provinsi yang menghubungkan Kilometer 38 Samboja dengan Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim dan di Kelurahan Pemaluan mengalami kerusakan.

Akibatnya, sejumlah kendaraan Tronton bermuatan alat berat, dan mobil kelas sedan harus terjebak macet. Hal ini kemudian dikeluhkan pengguna jalan yang melintas di kawasan ini.

Kondisi jalan seperti ini  membuat Sukmana, salah seorang warga berinisiatif untuk meminta partisipasi secara suka rela kepada para supir yang melintas di Kelurahan Maridan

“Nantinya sumbangan sukarela  para supir digunakan membeli batu untuk menimbun jalan yang berlubang di Kelurahan Pemaluan,” kata Sukmana.

Didampingi Kapospol ITCI AIPTU Supriyadi, Sukmana kepada DETAKKaltim.Com menjelaskan, akibat rusaknya jalan di Kelurahan Pemaluan membuat beberapa kendaraan yang melebihi kapasitas muatan harus dilarang melintas di daerah ini.

“Kami tidak mungkin melarang semua kendaraan yang melintas,” kata Sukmana, Selasa (30/1/2018) pagi.

Lebih jauh dia menjelaskan, atas kesadaran para supir sendiri mereka memberikan sumbangan suka rela. Karena dari pada mereka harus terjebak macet akibat kerusakan jalan yang cukup parah di Kelurahan Pemaluan, kalau dipaksakan bisa lebih membahayakan keselamatan.

Dihubungi lewat telepon selulernya, Hendro Susilo, Lurah Maridan ini membenarkan adanya larangan kendaraan tronton yang bermuatan alat berat melintas di wilayahnya. Karena selain kapasitas melebihi yang ditentukan, kendaraan Tronton yang bermuatan alat berat ini kerap kali mengganggu kenyamanan warga sekitar, akibat seringnya kabel aliran listrik di daerah pemukiman warga putus tersangkut.

Ketika disinggung apakah pungutan sukarela yang dilakukan warga kepada para supir yang melintas di wilayahnya sudah mendapatkan rekomendasi dari pihak Kelurahan, Hendro menjelaskan, ada rapat beberapa hari yang lalu dengan pihak Kelurahan. Namun terkait pungutan sukarela tidak ada di berita acara.

“Itu murni keinginan warganya,” sebut Hendro. (Amran)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password