Serapan Beras Medium di Balikpapan Paling Rendah

Wahyu Widayat (2 kiri)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Wahyu Widayat, Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan RI, menilai kemauan masyarakat di Balikpapan untuk menyerap beras kualitas medium milik Perum Bulog terbilang rendah.

“Hasil sidak kami selama dua hari di Kaltim dan Kaltara menyimpulkan kualitas serapan beras medium Balikpapan rendah. Image ini lah yang harus dihilangkan,” jelasnya Sabtu (13/1/2018) sore.

Meski meminjam data Bulog, 2 hari Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah atau OP CBP bergulir, sebanyak 33 ton beras kualitas medium terserap di Balikpapan. Itu menjadi capaian tertinggi di Kaltimra.

Untuk melakukan penyerapan, Tim Satgas OP mesti secara mobile menyasar ke 3 pasar, dan 5 rumah pangan kita (RPK) milik Bulog.

Pantauan media ini sebelumnya, dalam OP itu total sebanyak 17 ton, setelah di hari perdana sebanyak 16 ton yang terserap di 2 pasar Kota Minyak, yakni Pasar Pandan Sari dan Klandasan.

Adapun OP digelar serentak sejak Selasa (9/1/2018) di 5 unit kerja Perum Bulog Divre Kaltim-Kaltara. Mencakup Tarakan, Tana Grogot, Samarinda, Balikpapan, Berau, dan PPU.  6 pasar di 5 unit kerja itu di antaranya disidak oleh Tim Kemendag.

Laporannya,  sebanyak 1 ton terserap di Samarinda meliputi Pasar Segiri, Pasar Pagi dan Pasar Sungai Dama. Kemudian, 29 ton yang terserap  di Pasar Guyen dan Tarakan di Kaltimra.

OP perdana di 2018 digelar merujuk aturan Mendag 31/2018 yang terbit 5 Januari 2018 lalu.

Dalam penyalurannya, Bulog mesti memakai pola distributor untuk menekan harga beras medium yang mulai melambung di pasaran. HET beras medium saat ini mencapai Rp9.850.

“Harga mulai sudah turun. Bulog sudah menyediakan beras dengan Rp100 di bawah HET di daerah ini,“ jelasnya.

Ia menilai, gaya hidup masyarakat Balikpapan pada umumnya berbeda dengan daerah lain.

“Kalau mengenai yang harga murah kan gengsi belinya. Padahal kualitas Beras Bulog hampir sama.  Bahkan kualitasnya lebih bagus. Setelah OP tadi sudah kelihatan pada hari kedua harga (medium) sudah turun,” ujarnya menerangkan.

Dibandingkan Samarinda yang sudah terserap 10 ton dalam sehari, kata dia, Balikpapan masih cukup tertinggal.

Untuk meyakinkan masyarakat, Wahyu didampingi Kepala Bulog Divre Kaltimra Muhammad Anwar bersama 5 orang perwakilan pemerintah pusat mencicipi langsung beras kualitas medium di halaman kantor Perum  Bulog Divre Kaltimra, kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Balikpapan Kota.

“Kualitas beras medium milik Bulog kami pastikan tidak jauh berbeda dengan premium yang ada di masyarakat,” jelasnya usai Rapat Evaluasi Hasil Monitoring OP CBP 2018.

Di sisi lain, umumnya keterbatasan pasokan beras menjadi pemacu pemberlakuan harga di atas harga eceran tertinggi yang mulai diaplikasikan pada September 2017 lalu. Untuk itu  Kepala Bulog Divre Kaltimra Anwar menambahkan, Bulog menjamin ketersedian beras mencapai 5,4 bulan ke depan.

“Itu belum termasuk cadangan pasokan kita sekira 1.000 ton dari Pare-Pare.  Ketersediaan kita itu dengan asumsi, kebutuhan rastra 1.430 ton per bulan,” tandasnya. (rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password