Rusmadi-Safaruddin, Paslon Gubernur Wakil Gubenur Kaltim Diusung PDIP dan Hanura

Rusmadi menunjukkan surat pengunduran diri sebagai ASN, kepada awak media. (foto:Hae)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Rusmadi Wongso dan Safaruddin mendeklarasikan diri untuk maju di Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018 di Hotel Bumi Senyiur, Jalan Pangeran Diponegoro, Samarinda, Selasa (9/1/2018) sekitar pukul 19:40 Wita.

Dalam pernyataan resmi itu, mereka didampingi beberapa pengurus dari PDI Perjuangan dan Partai Hanura. Kedua partai itu merupakan pengusung pasangan calon (Paslon) Gubernur dan calon Wakil Gubernur tersebut.

Partai yang mengusung mereka masing-masing memiliki kursi. PDI Perjuangan 10 kursi, sedangkan Partai Hanura memiliki 4 kursi. Keduanya memiliki latar belakang yang berbeda, Rusmadi Wongso sebagai akademisi dan birokrat, dan Safaruddin seorang aparatur penegak hukum.

Pasangan Cagub dan Cawagub Kaltim tersebut terlihat kompak dengan mengenakan peci hitam, serta kemeja berwarna putih. Mereka mengaku tidak berebut posisi antara siapa yang akan jadi Cagub atau Cawagubnya, keduanya mengikuti arahan partai.

“Pak Rusmadi jadi Cagub saya jadi Cawagubnya, saya bilang ke Pak Rusmadi tidak ada masalah bagi saya. Saya tidak ambisius untuk jadi Cagub, yang penting saya dengan beliau satu visi, misi untuk membangun Kaltim. Kami tidak berebut artinya kami maju dengan segala keikhlasan karena bukan kekuasaan tujuanya,” kata Safaruddin kepada awak media yang sudah kurang lebih 1 jam menunggunya, untuk konferensi pers pendeklarasiannya untuk maju di Pilgub Kaltim 2018.

Dia juga menyampaikan, ingin ada perubahan ke arah lebih baik yang dapat dirasakan rakyat Kaltim. Lalu Rusmadi Wongso sebagai Cagub menyampaikan, tagline yang juga merupakan visi, yaitu Kaltim Bermartabat.

“Kaltim Bermartabat kepanjangan dari, Kaltim Berdaya saing, Mandiri, Sejahtera, dan berkelanjutan. Setelah melalui jalan panjang, dan berliku akhirnya kami diusung 2 partai dengan total 14 kursi, juga Dewan Pengurus Pusat masing-masing partai. Kami berdua maju Pilgub 2018 dengan niat tulus untuk memajukan Kaltim, dan akan memberikan pengabdian terbaik,” ucap Rusmadi Wongso sebelum pemaparan yang dikemukakan Safaruddin.

Menurut Rusmadi, tidak berlebihan mengatakan bahwa pasangannya merupakan perpaduan antara Teknokrat dan aparat penegak hukum.

“Dilihat dari latar belakang Pak Safaruddin merupakan perwira tinggi Polri, berpangkat Inspektur Jenderal, posisi beliau sekarang sebagai Kapolda, dan besok lusa akan mutasi sehingga isu kriminalisasi itu tidak benar. Sedangkan saya seorang birokrat,” ujarnya.

Pertanyaan yang diajukan salah seorang wartawan terkait dengan adanya tudingan bahwa Rusmadi plin-plan, sebab sebelumnya sempat menyatakan mundur. Pertanyaan tersebut dijawab Safaruddin.

“Saya yang meminta kepada Pak Rusmadi, kalau beliau tidak maju, saya juga akan mundur, karena ini adalah tanggung jawab, dan amanah yang harus dijalankan,” jawab Safaruddin.

Rusmadi menjelaskan keputusan ini sudah final, sebagai Aparatur Negeri Sipil (ASN) dan Safaruddin sebagai Polri, sudah diatur Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, yang dirasa oleh Rusmadi cukup tegas.

“Besok kami mendaftar dengan posisi sudah mundur dari jabatan kita masing-masing. Surat pengunduran diri kami sudah siap,” jelas Rusmadi, sambil menunjukkan surat pengunduran dirinya.

Safaruddin berpesan jika terpilih nanti, dan sudah menjalankan tugas, jika ada yang tidak sesuai silahkan dikoreksi, atau dikritik. Dia juga menuturkan kalau dirinya tidak perlu mengundurkan diri, karena sudah masuk masa pensiun.

“Harus ada perubahan di Kaltim ke arah yang lebih baik, lihat rakyat Kaltim harga kebutuhan pokoknya lebih mahal dari provinsi tetangga. Mudah-mudahan ke depan infrastruktur seperti jalan, jembatan bisa sama dengan provinsi lain,” pungkasnya. (hae)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password