Proyek Rp77 Miliar Mangkrak, Menengok Kondisi Terakhir Bangunan SPAM Samarinda La Bomi : Habis Isi Kantor Dicuri Maling

Salah satu sudut kondisi bangunan SPAM Samarinda. Di atasnya terbentang Jembatan Mahkota II. (foto:Hae)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Tepat di bawah Jembatan Mahakam Kota II, daerah Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, sebuah bangunan bercat warna biru terlihat mangkrak.

Pantauan DETAKKaltim.Com Jum’at (5/1/2017), tertulis di bangunan tersebut Perusahaan Daerah Air Minum Kota Samarinda, Saluran Pengolahan Air Minum (SPAM) Sungai Kapih.

SPAM Samarinda. Proyek senilai puluhan miliar yang menggunakan uang rakyat ini kini mangkrak. Entah bagaimana kelanjutannya. (foto:Hae)

Berdasarkan data yang ada, pembangunan proyek senilai Rp77,8 Miliar yang dimulai pada tahun 2012 tersebut digadang-gadang akan memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah pemukiman di Kota Samarinda.

Meski terlihat masih baru, namun bangunan itu tidak berfungsi. Di setiap sisi bangunan terlihat banyak tumbuhan liar yang hidup. Ada 3 bangunan. 1 bangunan tidak bertingkat, bangunan yang diduga kantor 2 tingkat, dan 3 tingkat untuk bangunan yang berisi mesin SPAM.

Sejak 2 bulan terakhir bangunan tersebut dijaga La Bomi (47), kepada awak media ini, ia mengatakan bahwa bangunan tersebut awal menjaganya penuh dengan rumput liar, dan semak belukar.

“Penuh dengan rumput liar, bahkan di setiap sisi bangunan sampai di tingkatnya juga ada tumbuhan liar. Pagar ini tadinya penuh semak belukar, kalau kita dari luar tidak terlihat dalamnya,” kata La Bomi saat ditemui DETAKKaltim.Com di lokasi SPAM Sungai Kapih, Jum’at (5/1/2018) sekitar Pukul 15:30 Wita.

La Bomi mengaku dikirim orang Dinas Pekerjaan Umum bernama Iksan untuk menjaganya. Disuruh menjaga karena barang-barang yang ada di dalam bangunan tersebut dicuri orang, iapun mengaku selama 2 bulan menjaga sudah 2 kali beli gembok untuk pagar, semuanya dirusak orang yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu sudut bangunan yang nampak tidak terurus, ditumbuhi rumput liar. (foto:Hae)

“Habis isi kantor dicuri maling, di bangunan ini mesin-mesinnya banyak yang diambilin juga,” ucapnya sambil menunjuk salah satu bangunan yang berisi mesin SPAM.

Kemudian dia mengarahkan ke jalan menuju bangunan semi permanen yang sebelumnya digunakan sebagai mess oleh kontraktor. Di dalamnya berisi dokumen program, paket kegiatan, dan laporan harian bersampul warna kuning. Seluruhnya di bagian paling atas dokumen tersebut tertulis Pemerintah Kota Samarinda, Dinas Cipta Karya dan Tata Kota, Kota Samarinda.

Bangunan ini memang tengah menjadi sorotan beberapa tahun terakhir akibat timbulnya kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Samuel C Herland selaku kontraktor yang telah divonis 1 tahun. Syaifullah Nurwijaya Yudha (PPTK) juga telah divonis 1 tahun, Mahyudin (KPA) tengah menjalani persidangan, dan Erwin Darmawan selaku konsultan pengawas juga tengah menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Negeri Samarinda.

Berita terkait : Kembalikan Kerugian Negara Rp2 Miliar, Kontraktor SPAM Divonis Setahun

Saat siang hari La Bomi mengaku mengajak keluarganya menjaga. Sejauh ini dia mencoba untuk memaanfaatkan lokasi tersebut menjadi kebun, mereka juga memasak air dengan kayu bakar.

“Karena saya jaga di sini, jadi saya bersihkan. Saya manfaatkan juga untuk menanam lombok, jagung, singkong, bawang, dan sayuran lainnya. Dari pada cuma jaga, diam saja, lumayan hitung-hitung cari keringat,” pungkasnya. (hae/LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password