Kasus PT SMA, Replik JPU Kasus Dugaan Penggelapan dan TPPU Rp25 Miliar Penuntut Umum Tetap Pada Tuntutan

Pembacaan replik JPU. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tina Mayasari SH MH dan Merry SH dari Kejati Kaltim silih berganti membacakan replik terhadap pledoi Penasehat Hukum (PH) Leni Nurussanti, Jeffryansyah, dan Deny Rayindra dalam kasus dugaan penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebesar Rp25,3 Miliar di PT Serba Mulia Auto (SMA) Samarinda, di Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (3/1/2017) siang.

Di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Fery Haryanta SH didampingi Hakim Anggota Parmatoni SH dan Deki Velix Wagiju SH MH, Merry yang membacakan replik untuk terdakwa Jeffryansyah mengatakan, menanggapi pledoi Penasehat Hukum terdakwa, JPU tetap merujuk pada tuntutan pidana terhadap terdakwa sebagai jawaban atas pledoi Penasehat Hukumnya.

Untuk mempertegas tuntutan pidana terhadap terdakwa, JPU menanggapi pledoi Penasehat Hukum terdakwa yang dianggap perlu. Di antaranya yang meminta Majelis Hakim untuk membebaskan kliennya dari dakwaan, karena berdasarkan fakta persidangan dakwaan JPU dinilai tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pencucian uang dan penggelapan.

“Bahwa terhadap unsur-unsur tindak pidana yang dianggap terbukti atas diri terdakwa tersebut, telah Penuntut Umum uraikan dalam tuntutan pidana. Dan dengan mengingat ketentuan Pasal 183 KUHAP, Penuntut Umum berpendapat bahwa telah dapat atau cukup membuktikan kesalahan terdakwa, berdasarkan keterangan ahli petunjuk, dan keterangan terdakwa,” sebut Merry dalam repliknya.

Terhadap terdakwa Leni Nurussanti alias Leni, JPU Tina Mayasari yang membacakan repliknya mengatakan, terdakwa diajukan ke Persidangan atas dakwaan dalam bentuk Pasal kombinasi. Sehingga berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, Penuntut Umum berpendapat bahwa dakwaan Pertama Kesatu dan dakwaan Kedua Kedua dalam surat dakwaan kombinasi tersebut telah terbukti secara sah menurut hukum.

Atas uraian yang disampaikan Penuntut Umum sebagai tanggapan terhadap Pledoi Penasehat Hukum terdakwa, menurut JPU kiranya menjadi tambahan untuk memperkuat tuntutan pidana yang telah dibacakan sebelumnya.

“Kiranya Majelis Hakim menolak apa yang disampaikan atau dikemukan oleh Penasehat Hukum terdakwa tersebut. Selanjutnya Penuntut Umum dengan ini menyatakan tetap pada tuntutan pidana dan memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, memutuskan sebagaimana yang Penuntut Umum telah mintakan dalam surat tuntutan pidana tersebut,” sebut Tina dalam repliknya.

Berita terkait : Kasus Dugaan Penggelapan dan TPPU, Jaidun Minta Kliennya Dibebaskan

Sedangkan terhadap terdakwa Deny Rayindra yang didakwa dengan Pasal seperti dakwaan kepada Jeffryansyah, JPU hanya menanggapi pledoi Penasehat Hukum secara lisan karena sama dengan pledoi terdakwa Jeffryansyah.

“Sehingga tidak perlu kami tanggapi, dan kami Penuntut Umum tetap pada tuntutan pidana,” tegas Merry.

Sidang akan dilanjutkan dengan agenda pembacaan duplik dari Penasehat Hukum terdakwa, Kamis 4 Januari 2018. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password