Tug Boat Tabrak Kapal Penambang Pasir, Satu ABK Masih Hilang Gelombang Tinggi Terjadi di Pelabuhan Tengkayu Tarakan

Seorang petugas menunjuk ke arah lokasi kejadian. (foto : Basarnas.)

DETAKKaltim.Com.SAMARINDA : Kecelakaan perairan mewarnai perayaan Natal 2017 dan jelang tutup tahun di Samarinda, Kalimantan Timur.

Tabrakan antara kapal penambang pasir dengan Ponton Danny 21 di Sungai Mahakam, Harapan Baru, kawasan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, menelan korban jiwa, Selasa (26/12/2017) subuh.

Satu orang anak buah kapal (ABK) bernama Arif Suwito (28), warga Gerbang Dayaku RT 12, Loa Janan Ulu, Kutai Kartanegara, hanyut terbawa arus sungai.

Insiden bermula saat kapal penambang pasir ditabrak sebuah tug boat penarik ponton yang hilang kendali dari arah belakang.

Saat itu 6 ABK kapal sedang sibuk menyedot pasir. Kadung panik, para ABK termasuk korban melompat ke sungai. Naas, dari penuturan saksi, korban tak dapat berenang hingga hanyut terbawa derasnya arus sungai.

25 menit kemudian, Unit Siaga SAR Samarinda dibantu relawan setempat mengintensifkan pencarian namun hingga berita ini diturunkan belum juga menemukan korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan (Kaltimra) Gusti Anwar didampingi Kasi Ops Octavianto menuturkan, pencairan terkendala faktor cuaca dan derasnya arus sungai di lokasi kejadian.

“Dugaan sementara karena kemudi TB Danny 20 atau Ponton Danny 21 saat itu rusak tidak dapat terkendalikan, korban sampai sekarang belum ditemukan,” jelasnya, siang.

Sementara itu, pantauan media ini, kapten kapal tug boat yang menabrak kapal sudah diamankan di Polsek KP3 Samarinda untuk dimintai keterangan.

Selain itu, tingginya gelombang di perairan Kalimantan Utara pada 26 Desember mencapai 0.25 – 0.75 meter membuat kantor SAR mengeluarkan imbauan.

Informasi yang dihimpun, terdapat kenaikan tinggi gelombang di wilayah Pelabuhan Tengkayu Tarakan.

“Dari pagi hingga tengah hari tadi arah angin dari barat laut dengan kecepatan 0-4 knot, pada jam 10:00 Wita terdapat kenaikan kecepatan angin menjadi 7-10 knot. Kondisi ini diperkirakan menambah tinggi gelombang di wilayah perairan Kaltara,” sambung Octa.

Karena risiko itu, kata Octa, beberapa speed boat reguler sengaja menunda keberangkatan dikarenakan gelombang dan angin kencang tersebut.

“Ya benar itu sesuai informasi dari anggota pos SAR Tarakan yang berada di Pelabuhan Tengkayu 1 Tarakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pantauan BMKG setempat, kondisi ini akan bertahan hingga 3 jam ke depan. (rsk).

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password