Aniaya Selingkuhan Istri, Seorang Suami Dibui 1 Tahun 6 Bulan Dituntut JPU 3 Tahun

Ruang tahanan Pengadilan Negeri Samarinda. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Indra Putra Roni (44), suami malang ini terpaksa harus merasakan pengapnya udara dalam penjara setelah divonis 1 tahun 6 bulan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (18/12/2017).

Vonis ini lebih ringan 1 tahun 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yudi Satrio Nugroho SH dari Kejaksaan Negeri Samarinda yang menuntutnya selama 3 tahun, Kamis (14/12/2017).

Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa Indra terbukit bersalah telah melakukan tindak pidana yang melakukan perbuatan membawa pergi seseorang dari tempat tinggalnya sementara, dengan maksud untuk menempatkan orang itu secara melawan hukum di bawah kekuasaannya atau kekuasaan orang lain, atau untuk menempatkan dia dalam keadaan sengsara sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 328 KUHP Junto Pasal 55 ayat (1) Kesatu KUHP yang disebutkan dalam dakwaan alternatif kesatu.

Atas vonis Majelis Hakim yang dipimpin Ir Abdurrahman Karim SH dengan Hakim Anggota Maskur SH dan Achmad Rasyid Purba SH M Hum, meski sejumlah penyanggahan dan pembelaan disampaikan dalam pledoinya karena menurutnya tidak sesuai sebenarnya, namun terdakwa Indra yang tidak didampingi Penasehat Hukum atas perkara pidananya tetap menyatakan menerima vonis tersebut.

Kasus ini bermula ketika Indra yang bekerja di PT Indonesia Merancang Bangun bersama 3 orang temannya masing-masing Bayu Teguh Pancahyo, Helmi Wibowo, dan Riyan menjemput M Mohajir di kediamannya Perumahan Puspita Samarinda, kemudian dibawa ke Balikpapan 25 Maret 2017 sekitar Pukul 20:Wita.

Selama dibawa hingga tanggal 26 Maret 2017, M Mohajir mengalami tindakan kekerasan yang menyebabkan luka lecet pada telinga, bokong, dan jari tangan akibat kekerasan benda tumpul berdasarkan hasil visum et repertum Nomor 182/VRH/VII/2017 tanggal 06 Juli 2017 yang diperiksa oleh Dokter M Fahrezha dan Dokter Daniel Umar dari Rumah Sakit Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

Ditemui di balik jeruji tahanan Pengadilan Negeri Samarinda usai divonis, Indra mengatakan tindakan itu dilakukan karena mengetahui saksi korban sekaligus pelapor dalam kasus ini telah berselingkuh dengan istrinya, hal mana diakui M Mohajir berdasarkan surat pernyataan yang dibuatnya.

Terkait vonis tersebut, saat dikonfirmasi, JPU membenarkan jika terdakwa menyatakan terima.

“Iya, terdakwa terima,” sebut Yudi singkat. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password