Rekrutmen Calon Pekerja Sub Kontraktor PT IHM Dikeluhkan Lurah : Seharusnya Perusahaan Lebih Bijaksana

PT IHM diharapkan Lurah Sepaku lebih bijak dalam rekrutmen calon pekerja. (foto:amran)

DETAKKaltim.Com, PPU : Haridsyah, Lurah Sepaku, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, sangat menyayangkan sikap manajemen PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) yang melakukan tes seleksi pekerja melalui sub kontraktornya, yang dinilainya tidak bisa mengakomodir kepentingan warga di sekitar kawasan hutan.

Ditemui di ruang kerjanya Jum’at (23/12/2017) pagi, kepada DETAKKaltim.Com Haridsyah menjelaskan, seleksi penerimaan pekerja di perusahaan ini sempat menjadi viral di media sosial (Medsos).

Haridsyah (kanan) Lurah Sepaku. (foto:amran)

Penyebabnya karena tes seleksi yang dilakukan sub kontraktor PT IHM mengharuskan peserta membawa air di dalam alat penyemprot tanaman (Keep), dengan beban dan waktu yang sudah ditentukan oleh pihak manajemen dinilai warganya kurang layak dan kurang pantas.

“Seharusnya perusahaan lebih bijaksana kepada warga sekitar kawasan hutan, pasalnya tidak semua tes seleksi ini mampu dilakukan oleh warga di daerah ini. Terutama para wanita yang ingin bekerja di perusahaan ini,” keluh Haridsyah.

Meski ia mengeluhkan hal tersebut, namun ia memaklumi dan menilai wajar kalau perusahaan melakukan tes seleksi penerimaan calon pekerja di perusahaan ini. Yang penting perusahaan harus mengutamakan kepentingan warga di sekitar kawasan hutan.

Dihubungi lewat telepon selulernya, Hatta Tandi, pimpinan PT IHM membantah tulisan yang diunggah di Medsos oleh salah seorang warga Sepaku, yang menilai tes seleksi penerimaan pekerja dinilai kurang layak.

Yang benar, kata dia, berat air digunakan menyeleksi para calon pekerja hanya 8 liter yang diisi di dalam Keep, dengan jarak satu kilometer dalam waktu tempuh 20 menit. Sebelumnya, beredar informasi jika isi Keep tersebut sekitar 15 liter.

Kemudian standarisasi umur juga menjadi salah bahan pertimbangan perusahaan, masih menurut Hatta, lebih diutamakan 55 tahun ke bawah. Upaya ini dilakukan perusahaan tentunya untuk memperoleh hasil yang maksimal sesuai dengan keinginan manajemen PT IHM.

Terkait masalah pekerja, ia mengatakan semua pekerjanya merupakan warga dari kawasan sekitar hutan.

“Semua pekerja termasuk sub kontraktornya, semua dari warga di sekitar kawasan hutan,” tandas Hatta Tandi. (Amran)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password