Terlibat Narkoba, Paman dan Ponakan Dituntut 9,6 Tahun Ditangkap BNNP Kaltim

Penjagaan di ruang tahanan Pengadilan Negeri Samarinda. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Indra Wahyudi (36), warga Jalan Merdeka 1, Kelurahan Sungai Pinang, Kota Samarinda, dan Suriansyah (46) warga Jalan Abdul Muttalib, Kelurahan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, terpaksa harus diajukan ke meja hijau akibat perbuatannya yang terlibat peredaran Narkoba.

Kedua pria yang diketahui adalah paman dan  ponakan itu ditangkap anggota BNNP Kaltim yang menyamar sebagai pembeli, Kamis (13/7/2017), di depan toko Nuasa Elektronik Jalan Imam Bonjol, Samarinda.

Titus Tibayan Pakalla,SH. (foto:Ib)

Kejadian ini berawal ketika Suriansyah selaku paman menelpon keponakanya Indra untuk memesan Sabu.

Dalam pembicaraan melalui telpon, Suriansyah minta Indra menyiapkan Sabu sebanyak 1,13 gram dengan harga yang disepakati Rp1,25 Juta.

Namun oleh Indra pamannya itu disuruh datang besok harinya ke rumahnya, lantaran barang yang dipesan belum ada.

Selanjutnya Suriansyah yang datang ke rumah ponakannya Indra keesokan harinya, sudah mendapatkan barang yang dipesan.

Mereka berdua kemudian menuju Jalan Imam Bonjol untuk menyerahkan barang yang dipesan oleh pembeli. Sebagaimana terungkap dalam fakta persidangan, bahwa terdakwa Suriansyah yang diketahui bekerja sebagai room boy hotel itu mendapat pesanan Sabu dari seseorang yang ternyata adalah anggota Polisi BNNP.

Di hadapan Ketua Majelis Hakim yang dipimpin Burhanuddin SH MH didampingi Hakim Anggota Joko Sutrisno SH MH dan Hendry Dunant Manuhua SH di Pengadilan Negeri Samarinda, Selasa (12/12/2017) siang. Kedua terdakwa dengan berkas terpisah dituntut JPU Hendra Sahputra SH dan Mary Yuliarty dari Kejaksaan Tinggi Kaltim dengan hukuman penjara masing-masing 9 tahun 6 bulan, denda Rp1 miliar subsidair 1 tahun kurungan badan.

Paman dan Ponakan ini dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat yang tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan JPU ini, Titus Tibayan Pakalla SH selaku Penasehat Hukum terdakwa akan mengajukan pembelaan (pledoi) pada sidang minggu depan.

“Ya, kita akan mengajukan pledoi,” ujar Titus kepada DETAKKaltim.Com usai sidang. (ib)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password