Replik JPU : Bantah Tanpa Legal Standing

Sidang pembacaan pledoi Penasehat Hukum Gatot Adityo Prayogo sehari sebelum pembacaan replik JPU. (foto:ib)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Yogo Nurcahyo SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara nomor 1126/Pid.B/2017/PN Smr yang mendudukkan Gatot Adityo Proyogo Bin Sumitro sebagai terdakwa dalam perkara dugaan penggelapan mobil, membantah jika pihaknya tidak memiliki legal standing dalam perkara itu sebagaimana yang disebutkan Penasehat Hukum terdakwa dalam pledoinya.

Dihubungi melalui telepon selulernya, Yogo dengan lugas mengatakan pasti ada itu dan lengkap saat diserahkan ke Pengadilan.

“Yang saya herankan itu kenapa menjadi tidak ada. Kenapa di berkas Hakim tidak ada,” sebutnya heran.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat berkas dilimpahkan semua diserahkan. Barang bukti, surat penahanan tersangka, dan yang lainnya semua lengkap. Dan diserahkan ke Panitera Pengadilan.

Sebagaimana dikemukakan Saur Oloan Hamonangan Situngkir SH MH CLA, satu di antara beberapa PH terdakwa mengatakan, berdasarkan copy replik yang diterimanya dan dibacakan di persidangan hal ini telah disampaikan, Selasa (5/12/2017).

Di hadapan sidang yang pimpin Ketua Majelis Hakim Ir Abdurrahman Karim SH dengan Hakim Anggota Maskur SH dan Achmad Rasyid Purba SH Mhum, menanggapi pledoi Tumpak Parulian Situngkir SH MH CLA, Penasehat Hukum (PH) terdakwa yang mempertanyakan mengenai keberadaan P-16 A pada persidangan Senin (4/12/2017), Yogo mengatakan saat pelimpahan berkas terdakwa Gatot Adityo Proyogo, Penutut Umum telah melampirkan Surat Perintah Penunjukan (P-16 A) tanggal 19 September 2017, yang diterima Panitera Muda Pidana Pengadilan Negeri Samarinda, Awang Munawar SH.

Berita terkait : Pledoi PH Terdakwa : JPU Tanpa Legal Standing dan Diduga Manipulasi Fakta

Terkait pledoi PH terdakwa yang menyebutkan Ersa Pradana yang di dalam dakwaan JPU dinyatakan meninggal adalah sebuah kebohongan, JPU menanggapinya dengan mengatakan dalam fakta persidangan terungkap saksi Mudepar dalam sumpah mengatakan bahwa Ersa Pradana telah meninggal dunia.

Selanjutnya, berdasarkan pengakuan Yudi Wisnu Prabowo yang mengatakan pernah melihat KTP asli dan Kartu Keluarga (KK) atas nama Iskandar.  Dalam fakta persidangan, disebutkan JPU, sampai sekarang Iskandar tidak dapat diketahui keberadaannya dan tidak dapat mempertanggungjawabkan kredit 1 unit Mobil Daihatsu Gran Max Pick-Up Silver Tahun 2015 (Noka MHKT3CA1JFK016230 dan Nosin DFJ0176.  (LVL)

 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password