Akibat Cuaca Ekstrim, Pasokan Ikan Berkurang Harga Melonjak

Ilustrasi. (foto:kanalsatu.com)

DETAKKaltim.Com, BALIKAPAPAN : Harga ikan di sejumlah pasar bergejolak. Hal ini tidak lepas dari pengaruh cuaca buruk yang melanda belakangan ini.

Pantauan DETAKKaltim.Com di Pasar Klandasan, Kecamatan Balikpapan Kota, harga Ikan Kakap misalnya bisa mencapai Rp60 Ribu hingga 70 Ribu.

Hajjah Suryawati, salah seorang pedagang yang ditemui mengatakan, semula harga Ikan Kakap hanya berkisar Rp45 Ribu.

“Nelayan katanya takut melaut karena cuacanya tidak menentu, makanya mahal. Di sini ikan yang kecil juga banyak kosong. Paling yang banyak dibeli hanya Ikan Kakap, Trakulu, dan Bawal saja. Itu pun pasokannya cuma sedikit,” jelasnya.

Selain Kakap, lanjutnya, kenaikan berkisar Rp10-20 Ribu itu juga terjadi pada Ikan Trakulu dan Bawal.

“Ikan-ikan ini yang paling banyak pembelinya,” imbuhnya.

Serupa di pasar tradisional Purnama Sari atau pasar Buton. Di pasar yang berada di utara Kota Minyak ini, naiknya harga ikan lantaran pasokan ikan turut berkurang disinyalir karena hal yang serupa.

“Pasokan ikan dari Manggar minim, saat ini sisa ada dua pedagang saja,” jelas Abdullah, seorang pedagang ikan.

Di pasar ini, umumnya harga ikan kecil dijual hanya Rp30-40 ribu. Sementara untuk ikan jenis Layang berkisar Rp40 Ribu, Trakulu Rp60 Ribu, dan Kakap Rp60-65 Ribu.

“Tapi sekarang mencapai Rp70-75 Ribu, ya karena sedikit aja Nelayan yang jual,” ujarnya menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, hujan intensitas sedang-lebat disertai petir, dan angin kencang menyelimuti wilayah Balikpapan hingga Kecamatan Waru, dan Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (3/12/2017) pagi.

Dibenarkan oleh pantauan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan.

“Untuk beberapa hari terakhir dari analisis kami, terdapat belokan angin di sekitar Balikpapan akibat siklus Edy di barat Pontianak yang menimbulkan pembentukan awan CB (awan kumulonimbus) di sekitar Balikpapan, ditambah dengan uap air yang terdapat di Teluk Balikpapan yang menyuplai massa udara dalam pembentukan awan,” jelas Mulyono Leo Nardo, Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Balikpapan.

Penguapan yang terjadi di siang hari menyediakan uap air dalam pembentukan awan di malam hingga dini hari.

“Sehingga diperkirakan hujan akan terjadi di malam sampai dengan dini hari dengan intensitas sedang hingga lebat diserai angin kencang dan guntur,” tutur Mulyono.

Berita terkait : Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Guntur Landa Balikpapan

Rata-rata kecepatan angin sepanjang November 2017, yakni 3 knot atau 5,5 Km per jam. Tertinggi tercatat pada 29 November, mencapai 38 knot atau 70,3 Km per jam.

Masih pada periode yang sama, jumlah curah hujan tercatat 201.7 milimeter, yangtertinggi mencapai 102.3 milimeter pada 29 November. (rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password