Pledoi PH Terdakwa : JPU Tanpa Legal Standing dan Diduga Manipulasi Fakta

Sidang pembacaan pledoi Penasehat Hukum Gatot Adityo Prayogo. (foto:ib)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Tumpak Parulian Situngkir SH MH CLA, Penasehat Hukum (PH) terdakwa Gatot Adityo Proyoga, terdakwa dalam perkara nomor 1126/Pid.B/2017/PN Smr membacakan pledoi kliennya di Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timu, Senin (4/12/2017) sore.

Di hadapan sidang yang pimpin Ketua Majelis Hakim Ir Abdurrahman Karim SH dengan Hakim Anggota Maskur SH dan Achmad Rasyid Purba SH Mhum meminta kliennya dibebaskan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yogo Nurcahyo SH dari Kejati Kaltim dengan sejumlah alasan hukum berdasarkan fakta-fakta yang terungkap selama persidangan, di antaranya orang yang bernama Ersa Pradana yang di dalam dakwaan JPU dinyatakan meninggal adalah sebuah kebohongan dan patut diduga manipulasi fakta/keterangan palsu dalam sebuah surat dakwaan. Bahwa di dalam berkas tidak ditemukan surat kematian Ersa Pradana.

“Dan kami sebagai Kuasa Hukum terdakwa atas pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa telah mendapatkan bukti bahwa yang bersangkutan hingga saat ini masih hidup,” ungkap Tumpak dalam pledoinya.

Selanjutnya, bahwa berdasarkan kesaksian Yudi Wisnu Prabowo ia mengatakan pernah melihat KTP asli dan Kartu Keluarga (KK) atas nama Iskandar. Dan setelah diperlihatkan di persidangan saksi mengatakan foto copy KTP dan KK tersebut telah sesuai dengan aslinya yang pernah dilihat.

“Secara analogi hukum, apa bila foto copy KTP dan KK atas nama Iskandar diduga palsu maka saksi Yudi Wisnu Putra Prabowo bin Sukamta juga patut diperiksa dan dijadikan tersangka. Oleh karena saksi Yudi Wisnu Putra Prabowo bin Sukamta yang menyerahkan KTP dan KK atas nama Iskandar, yang diduga palsu kepada terdakwa Gatot Adityo Prayogo bin Sumitro,” bebernya lebih lanjut.

Berikutnya, Kuasa Hukum terdakwa juga mengatakan tidak adanya Surat P16 di dalam berkas perkara yang berkaitan dengan syarat formil yang merupakan legal standing JPU, sehingga terdakwa tidak tepat dinyatakan terbukti bersalah, oleh karena proses dalam membuktikannya telah cacat dalam memenuhi syarat formil sesuai Pasal 143 KUHAP.

Sebelumnya, JPU Yogo Nurcahyo menutut terdakwa Gatot Adityo Prayogo bin Sumitro 4 tahun penjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana, bersama-sama melakukan penggelapan dalam hubungan kerja yang dilakukan berulang kali dan memakai surat palsu atau yang dipalsukan seolah-olah sejati, yang dapat menimbulkan kerugian yang dilakukan berulang kali. Sebagaimana diatur dan diancam pidana Kesatu, Pasal 374 Junto Pasal 55 (1) Ke-1 Junto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. Kedua, Pasal 263 ayat (2) Junto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Gatot Adityo Prayogo bin Sumitro adalah Credit Marketing Officer (CMO) di PT CIMB Niaga Auti Finance (CNAF) Cabang Samarinda sejak 26 Maret 2015 hingga Februari 2016, dengan tugas mencari aplikasi kredit kendaraan bermotor di dealer.

Ia dihadapkan ke meja hijau atas dakwaan penggelapan 1 unit Mobil Daihatsu Gran Max Pick-Up Silver Tahun 2015 (Noka MHKT3CA1JFK016230 dan Nosin DFJ0176) No. Pol KT 8301 ND dan 1 (satu) Mobil Daihatsu Xenia Warna Hitam Tahun 2015 (Noka MHKV5EA2JFJ000805 dan Nosin 1NRF009960) No. Pol KT 1375 NP. (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password