Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Guntur Landa Balikpapan

Ilustrasi. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, BALIKPAPAN : Hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai petir, dan angin kencang yang menyelimuti wilayah Kecamatan Waru, Penajam, meluas ke Balikpapan hingga Minggu (3/12/2017) pagi.

Itu sesuai dengan ramalan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan.

“Untuk beberapa hari terakhir dari analisis kami, terdapat belokan angin di sekitar Balikpapan akibat siklus Edy di barat Pontianak yang menimbulkan pembentukan awan cb (awan kumulonimbus,red)  di sekitar Balikpapan ditambah dengan uap air yang terdapat di teluk Balikpapan yang menyuplai massa udara dalam pembentukan awan,” jelas  Mulyono Leo Nardo, Kasi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Balikpapan.

Penguapan yang terjadi di siang hari menyediakan uap air dalam pembentukan awan di malam hingga dini hari. Sehingga diperkirakan hujan akan terjadi di malam sampai dengan dini hari dengan intensitas sedang hingga lebat, diserai angin kencang dan guntur, tutur Mulyono.

Sejurus itu, rata-rata kecepatan angin sepanjang November 2017, yakni 3 knot atau 5,5 Km per jam. Tertinggi tercatat pada 29 November, mencapai 38 knot atau 70,3 Km per jam.

Masih pada periode yang sama, jumlah curah hujan tercatat 201,7 milimeter, yang tertinggi mencapai 102,3 milimeter pada 29 November.

Berbeda dengan Agustus 2017 silam,  ia memperkirakan jika siklon tropis yang ada di selatan pulau Jawa tidak berpengaruh signifikan terhadap cuaca di Balikpapan.

Sebagaimana diketahui siklon tropis sendiri merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon ini mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26,5 derajat celcius. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Suseno meminta agar segenap masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Selalu siaga dan segera memberikan informasi dan dukungan pencegahan ataupun penanggulangannya, jika melihat atau mengetahui adanya potensi bencana,” jelas dia.

Ia juga menjelaskan, mayoritas wilayah Balikpapan memiliki kontur perbukitan berpotensi besar terjadinya longsor.

“Sedangkan di kawasan rendah akan berpotensi terjadi banjir,” tandasnya. (rsk)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password