Pemeriksaan 2 Terdakwa, Sidang Dugaan Penggelapan Dana Rp25 Miliar

Sidang kasus dugaan penggelapan dana Rp25 Miliar di PT SMA Samarinda. (foto:LVL)

DETAKKaltim.Com, SAMARINDA : Sidang lanjutan kasus dugaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebesar Rp25,3 Miliar yang melibatkan Leni Nurussanti, Jeffryansyah, dan Deny Rayindra di PT Serba Mulia Auto (SMA), Samarinda, Kalimantan Timur, kembali dilanjutkan, Kamis (30/11/2017) sore.

Agenda sidang kali ini memasuki tahapan pemeriksaan terdakwa Jeffryansyah, dan Deny Rayindra. Sidang dipimpin Fery Haryanta SH didampingi Hakim Anggota Parmatoni SH dan Deki Velix Wagiju SH MH.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamin SH MH bersama Tina Mayasari SH MH dan Merry SH secara bergiliran menghujani kedua terdakwa pertanyaan seputar kasus tersebut. Jaksa Kamin misalnya menanyakan apakah terdakwa Jeffry pernah mengirim mobil ke Palembang, dijawab terdakwa pernah, sedangkan yang ke Pondok Pesantren ia mengatakan tidak pernah.

JPU kemudian menanyakan apakah terdakwa kenal Rudiyanto di Perum Puspita, dijawab terdakwa tidak kenal, ia mengaku baru dengar nama itu. JPU menunjukkan bukti transfer uang sebesar Rp285 Juta dari Rudiyanto ke rekening terdakwa tanggal 11 November 2016.

JPU kemudian menanyakan soal nama Hediyanto, diakui terdakwa kenal karena ada hubungan jual mobil bekas.

“Pernah ngasi stok ke Hediyanto berapa?” tanya Jaksa Kamin.

“Nggak ada,” jawab terdakwa.

 

JPU Merry menanyakan mengenai penjualan 1 unit mobil Xenia warna putih oleh saksi Nico pada sidang sebelumnya. Apakah terdakwa pernah menyuruh saksi menjual mobil itu kepada saudara Hediyanto. Dijawab terdakwa tidak pernah.

“Gak pernah tahu akan hal itu,” jawab Jeffry.

Kepada Deny, Jaksa Merry menanyakan seputar pembelian mobil Ayla yang dibelinya di PT SMA yang turut disita Polisi. Deny menjelaskan mobil itu dibelinya sekitar pertengahan tahun 2016 dengan uang muka Rp30 Juta. Mobil itu atas namanya yang dicicilnya jika punya uang dan diserahkan ke terdakwa Leni. Sempat dipakainya selama sekitar 6 bulan.

“Untuk saat ini, mobil itu ada di mana?” tanya Jaksa Merry.

“Ditahan di Polda,” jawab terdakwa.

Jaksa Tina mengajukan berbagai pertanyaan ke terdakwa Deny terkait perkenalannya dengan terdakwa Jeffry, dan hubungan antara Leni dan Jeffry sebelum dan sesudah menikah. Oleh Deny dijelaskan baru kenal seminggu sebelum keduanya menikah, menurut cerita Leni sebagai kakaknya, Jeffry itu seorang pengusaha yang pernah kerja di perusahaan tambang.

Awal menikah mereka mengontrak rumah di Peruamahan Karpotek sebelum kemudian pindah ngontrak di Perumahan Mediterania, karena rumah yang dibelinya di perumahan tersebut sedang direnovasi.

“Kendaraan yang dimiliki pada saat itu?” tanya Jaksa Tina.

“Pada saat itu yang pernah saya lihat, Inova, Mazda, CRV, sama ada Xenia hitam,” jelas Deny.

Jaksa Tina menanyakan berbagai hal termasuk apakah Deny melihat sejak jeffry dan Leni menikah ada perubahan harta keduanya. Dijawab Deny ada termasuk mobil, walaupun jika ada mobil baru yang lama sudah tidak ada.

“Total kendaraan yang ada di rumah ada berapa? Setahu saudara ada apa aja? ” tanya Tina.

“Setahu saya ada Mercy, Peugeot, Copen, Fortuner, Focus, yang terakhir Motor R1,” jawab Deny.

“Setahu saudara itu punya siapa?” tanya Tina.

“Setahu saya itu punya Jeffry,” jawab Deny.

Berita terkait : Dugaan Penggelapan Rp25 Miliar, 9 Unit Mobil Dibeli Atas Nama Nico

Jaidun SH MH, Penasehat Hukum ketiga terdakwa juga menanyakan berbagai hal. Di antaranya jumlah asset yang dimiliki terdakwa Jeffry sebagai pengusaha Singkong Gajah dan Sawit di Sumatera. Dijawab terdakwa sekitar Rp5 Miliar.

Sidang masih akan dilanjutkan Selasa (5/12/2017) dengan agenda masih pemeriksaan terdakwa.  (LVL)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password